Cara Menghitung Biaya Listrik Otomatis(Ms Excel)

Menghitung biaya listrik rumah tangga - Setelah sebelumnya menghitung perkiraan jumlah pemakaian listrik pada skala rumah tangga, kali ini kita akan mencoba menghitung untuk biaya listrik bulanan yang akan kita keluarkan sesuai dengan jumlah kWh listrik terpakai dan tarif dasar listrik (TDL) PLN yang harus digunakan. Jadi, dengan jumlah kWh terpakai yang sama akan tetapi jumlah biaya Rupiah yang harus dibayarkan dapat berbeda antara satu jenis pelanggan dengan pelanggan lainnya termasuk untuk tipe meteran yang berbeda.
Misalkan untuk listrik terpakai 100 kWh pada pelanggan listrik reguler (pasca bayar) 450 VA akan membayar biaya listrik sebesar Rp 48.070,- , sedangkan untuk pelanggan listrik 900 VA Reguler akan membayar Rp 64.993,- . Bagi pelanggan pra bayar 1.300 VA akan membayar Rp 139.256,- .
Ketentuan / aturan mana Tarif dasar listrik tersebut didapat? Dari hasil googling didapat berasal dari Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri ESDM nomor 9 tahun 2014 tentang Tarif Tenaga Listrik yang disediakan oleh perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara. Jadi semua tarif listrik baik untuk keperluan industri, rumah tangga, sosial, layanan khusus, Penerangan jalan umum dsb diatur dalam peraturan tersebut. Ternyata kenaikan tarif listrik pada tahun 2014 memang sudah direncanakan dalam 3 tahap. Tahap pertama juli-agustus 2014, tahap kedua September – Oktober 2014, dan tahap ketiga mulai 1 november – seterusnya.
Kembali lagi ke masalah perhitungan biaya listrik bulanan. Nah, setelah mengetahui jumlah kWh terpakai, selanjutnya kita hitung berdasarkan tabel Tarif Dasar Listrik PLN per 1 November 2014 seperti yang ada di bawah ini.

Contoh 1 : Perhitungan biaya listrik pelanggan 450 VA(watt)

Misalkan jumlah listrik terpakai sebanyak 100 kWh. untuk pelanggan 450 VA dengan tipe meteran Reguler maka jumlah biaya yang harus dibayar :
 

Biaya pemakaian= beban + (kwh blok I x Rp169) + ( kwh Blok II x Rp360) + (kwh Blok III x Rp495)
= Rp11.000 + (30 x Rp 169) + (30 x Rp 360) + (40 x Rp 495)
= Rp11.000 + Rp5.070 + Rp10.800 + Rp19.800
=Rp46.670

Selain biaya tersebut, kita harus juga membayar pajak penerangan jalan utama (PJU) sebesar 3% dari biaya terukur tersebut. Jadi total yang harus dibayar adalah :
Biaya total = biaya pemakaian + pajak PJU
= Rp 46.670 + 3%xRp46.670
= Rp 48.070,-

Contoh 2: Perhitungan biaya listrik pelanggan 900 VA(watt)

Misalkan jumlah listrik terpakai sebanyak 100 kWh. untuk pelanggan 900 VA dengan tipe meteran Reguler maka jumlah biaya yang harus dibayar :
 

Biaya pemakaian= beban + (kwh blok I x Rp275) + ( kwh Blok II x Rp445) + (kwh Blok III x Rp495)
= Rp20.000 + (20 x Rp 275) + (40 x Rp 445) + (40 x Rp 495)
= Rp20.000 + Rp5.500 + Rp17.800 + Rp19.800
=Rp63.100

Seperti pada perhitungan untuk pelanggan 450 VA, kita juga harus membayar pajak penerangan jalan utama (PJU) sebesar 3% dari biaya terukur tersebut. Jadi total yang harus dibayar adalah :
Biaya total = biaya pemakaian + pajak PJU
= Rp 63.100 + 3%xRp63.100
= Rp 64.993,-

 

Contoh 3: Perhitungan biaya listrik pelanggan 1300 VA PRA BAYAR

Kita masih memakai contoh jumlah listrik terpakai sebanyak 100 kWh bagi pelanggan 1.300 VA dengan tipe meteran PRA BAYAR maka jumlah biaya yang harus dibayar :
  Biaya pemakaian= kwh terpakai x Rp 1.352
= 100 x Rp 1.352 = Rp 135.200,-

Selanjutnya dengan menyertakan pajak penerangan jalan utama (PJU) sebesar 3% maka biaya yang harus dibayar adalah :
Biaya total = biaya pemakaian + pajak PJU
= Rp 135.200 + 3%xRp135.200
= Rp139.256,-

  Perhitungan biaya listrik dapat kita lakukan dengan cepat menggunakan microsoft excel seperti yang terlihat di bawah ini. Cukup dengan memasukkan nilai perkiraan pemakaian listrik (dalam kWh) dan memberikan daya dan meteran listrik yang terpasang di rumah kita.

File microsoft excel tersebut bisa di dapat langsung download cara menghitung biaya listrik.
Untuk mempermudah, saya juga menambahkan sheet cara menghitung pemakaian listrik rumah tangga.
 

Tips Menghitung Biaya Listrik

Merujuk pada peraturan menteri ESDM untuk tarif dasar listrik, saya melihat pelanggan dengan daya maksimum 1.300 VA ke atas lebih baik menggunakan meteran pra bayar karena untuk pelanggan pasca bayar (reguler) akan dikenakan tarif minimum pemakaian (rekening minimum). Sebagai contoh, bila anda adalah pelanggan 1.300 VA reguler maka pemakaian minimum adalah sebesar Rp 70.304,- . Bila kurang dari nilai tersebut maka nilai tersebut yang akan digunakan sebagai biaya bulanan lisrik anda. Nilai tersebut setara dengan menyalakan empat buah lampu 18 watt selama satu bulan penuh tanpa henti. Untuk daya yang lebih tinggi tentu akan lebih besar lagi.

Cara Menghitung Pemakaian Listrik di Ms Excel

cara menghitung kwh listrik terpakai - Tarif listrik baru saja naik pada bulan november. Rencananya nanti bulan januari tarif listrik juga akan naik lagi. Bahkan, bagi beberapa golongan rencananya akan dibiarkan mengambang seperti halnya bensin Pertamax. Tarif listrik menjadi hal yang fundamental. Kenaikan tarif listrik akan berpengaruh pula pada biaya listrik yang harus kita keluarkan. Bagi pelanggan listrik pra bayar anda akan lebih mudah memperkirakan seberapa besar konsumsi listrik perbulannya. Karena disaat pulsa listrik akan habis akan diberitahukan dengan nada / bunyi beep. Sayangnya, tidak ada subsidi listrik bagi pelanggan. Subsidi hanya diberikan pada pelanggan listrik 450watt dan 900 watt saja yang merupakan pelanggan pasca bayar. Bagi pelanggan PLN pasca bayar, terkadang masih dijumpai biaya listrik bulanan yang tiba-tiba naik drastis bila dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Bisa jadi pemakaian anda yang bertambah banyak atau juga petugas juga yang salah mencatat angka meteran. Oleh karena itu daripada menduga-duga siapa yang salah maka sebaiknya anda juga menghitung terlebih dahulu kira-kira berapa pemakaian listrik anda dalam sebulan. Untuk menghitung biaya listrik sebenarnya mudah, kita harus tahu terlebih dahulu berapa listrik yang kita pakai. Jika motor dan mobil anda memakai premium (yang harganya juga naik) dalam satuan liter, maka pemakaian listrik anda akan dihitung dalam satuan KWH (Kilo Watt Hours, atau kilo watt jam). Daya listrik terpakai itu yang akan dibayar sesuai dengan tarif listrik yang berlaku sesuai dengan golongan dan jenis pemakaian apakah rumah tangga, bisnis, atau sosial sesuai dengan klasifikasinya.

Rumus Perhitungan Pemakaian Listrik

Secara umum rumus pemakaian listrik alat elektronik selama sebulan dapat dihitung dengan cara :

Contoh sederhana perhitungan pemakaian listrik.

Misalkan anda menggunakan lampu dengan daya 25 watt. Setiap hari lampu tersebut anda nyalakan selama 8 jam sehari (rata-rata) dan anda rutin melakukan hal tersebut selama 1 bulan (30 hari). Maka daya listrik yang dipakai untuk lampu tersebut selama sebulan adalah :
 

25 watt/1000 x 8 x 30 = 6 KWH.
 
Rumus penting untuk menghitung daya listrik yang harus ingat adalah :
 
P = V x I
 
Dimana :
P adalah daya dalam satuan VA atau watt (W).
V adalah voltase dalam satuan Volt (V), kalau dirumah kita biasanya listrik PLN memiliki tegangan 220V
I adalah arus listrik dalam satuan Ampere (A).

Contoh Perhitungan Pemakaian Listrik di Rumah

Untuk pemakaian listrik untuk barang elektronik dan mesin di rumah biasanya terdiri atas 3 bagian besar: kelompok pertama adalah alat elektronik dengan konsumsi listrik terus menerus seperti kulkas, pompa udara akuarium, jam listrik, water dispenser, dan lain sebagainya. Kelompok kedua adalah alat-alat elektronik dengan pemakaian rutin/reguler seperti lampu, rice cooker/magic jar, dispenser, dsb. Selain itu ada pula yang masuk ke dalam kelompok ketiga, yakni alat-alat yang pemakaian tidak tentu atau tidak teratur seperti mesin bor listrik (sesuai kebutuhan), atau pun pemancar radio cb (tergantung mood)
 

Selanjutnya kita coba hitung seperti contoh sederhana perhitungan listrik dengan menggunakan simulasi di Microsoft Excel. Untuk mempermudah, kita bagi alat-alat listrik sesuai dengan ruangan yang ada di dalam rumah kita, misalkan : Dispenser dan televisi di ruang keluarga, rice cooker dan blender di dapur, lampu belajar di ruang anak, dan seterusnya.

Penggunaan daya (Watt) pun kita bagi dua. Yang pertama saat pelengkapan listrik tersebut menyala (aktif) dan saat tidak digunakan/dimatikan. Perhitungan juga termasuk untuk sebagian perlengkapan yang masih tetap menkonsumsi listrik meskipun tidak digunakan (dalam keadaan idle), seperti dispenser dan kulkas. Konsumsi baru nol jika memang tidak ada arus listrik yang mengalir, steker / colokan dicabut atau saklar dibuat dalam posisi off.
 

Dari hasil simulasi yang saya buat melalui pendekatan alat-alat listrik yang ada dirumah selama 1 bulan (asumsi: 1 bulan = 30 hari), ternyata jumlahnya KWH yang dihasilkan setelah dikali dengan harga per KWH ternyata tidak jauh berbeda. Listrik dirumah menggunakan daya 1.300 watt, dengan pengenaan tarif dasar listrik sebesar Rp 1.350,- per KWH. Angka tersebut mendekati dengan biaya bulanan yang saya gunakan, sekitar hampir Rp 200ribu. Memang tidak sama persis, karena tidak setiap hari saya juga secara rutin melakukan yang sama persis dengan yang ada di dalam simulasi. Saya hanya menghitung rata-rata pemakaian harian saya lalu dikali 30 (=1 bulan).
Berikut ini contoh tampilan hasil simulasi perhitungan pemakaian listrik dengan menggunakan microsoft excel.

Silahkan download dan gunakan file template menghitung pemakaian listrik yang sudah saya buat dengan menggunakan Microsoft Excel. Anda dapat bereksperimen dengan item komponen/alat listrik, daya yang dibutuhkan saat menyala (on) atau idle, maupun jumlah rata-rata jam pemakaian komponen listrik tersebut.
 

Download file Simulasi Menghitung Pemakaian Listrik (Microsoft Excel)


 

Tips Menghitung Pemakaian Listrik di Microsoft Excel

Total KWH pemakaian listrik tergantung pada besaran daya dan lama pemakaian peralatan listrik. Jumlah penggunaan KWH yang sama belum tentu akan sama dalam biaya yang harus dikeluarkan. Hal ini tergantung pada tarif dasar listrik yang berlaku bagi setiap jenis dan golongan pelanggan listrik yang ditetapkan PLN. Dengan mengetahui konsumsi listrik terbesar, anda bisa melakukan penghematan berdasarkan skala prioritas.
Untuk perhitungan biaya yang lebih mendekati aturan Tarif dasar Listrik silahkan lihat pada cara menghitung biaya listrik PLN.
Pengunjung aimyaya dot com, terima kasih atas kunjungan anda pada website kami.
Bila anda suka berikan klik "like" pada facebook fan page kami
 

 
dan/atau bila anda merasa artikel ini bermanfaat maka bantu promosikan dengan klik Google di bawah ini :
 

 
TIDAK DIPERKENANKAN MEMPERBANYAK baik secara OFFLINE(print out, cetakan, dsb) maupun ONLINE (blog, artikel, dsb) tanpa seizin aimyaya dot com.
 
Informasi lebih lanjut baca halaman Disclaimer serta Kebijakan dan Privasi yang kami buat.