Langsung ke konten utama

Cara Membuat Garis Putus-putus di Microsoft Word

Garis merupakan komponen yang penting saat membuat dokumen. Kadang kita memerlukan garis saat membuat kop surat, membuat diagram, atau pun untuk memperjelas maksud kita. Pembuatan garis di semua versi Microsoft Word pada dasarnnya sama. Garis dianggap sebagai object yang kita tambahkan ke dalam dokumen (Object Linking and Embedding – OLE). Berikut merupakan langkah untuk menambahkan sebuah garis putus-putus di dokumen microsoft word 2007 .
  1. Klik tab menu untuk ribbon Insert
  2. Klik tombol Shapes
  3. Pilih sebuah bentuk garis, baik itu garis lurus, melengkung, panah ataupun yang lainnya. yang penting berbentuk garis ;)
  4. gambar: cara membuat line / garis melalui toolbar / ribbon insert - shape - line di Microsoft Word
  5. Klik dan drag pada tempat yang sesuai dengan kehendak anda untuk membuat sebuah garis.
  6. Selanjutnya klik untuk memilih garis tersebut. Untuk membuat garis tersebut menjadi putus-putus ada dua cara.
    • Cara pertama melalui Ribbon. Pilih Drawing Tools lalu pilih Format. Kemudian klik Shape Outline lalu pilih Dashes. Anda selanjutnya akan diberi pilihan berbagai jenis garis. Misalkan klik tipe Dashes untuk garis anda. Garis anda selanjutnya sudah menjadi berbentuk garis putus-putus.
    • gambar: cara membuat line / garis putus-putus di Microsoft Word
    • Cara Kedua melalui Dialog Format AutoShape. Klik kanan garis yang sudah anda buat. lalu pada bagian Line, pada kotak Dashed pilih jenis garis dash. lalu klik OK. Garis yang anda buat tadi sekarang telah menjadi putus-putus.

Ada banyak tipe garis yang disediakan oleh Microsoft Word. Pilihlah sesuai dengan kebutuhan anda. Bila anda menggunakan Ribbon untuk merubah garis, dan ternyata garis yang ditampilkan tidak sesuai dengan keinginan anda, coba melihat jenis garis yang lain dengan klik pada item “More lines..
.

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Persentase(%) Untung/Rugi

Cara mendapatkan persen keuntungan/kerugian - Kegunaan utama persentase adalah untuk membandingkan dua hal yang tidak sama persis. Pada artikel terdahulu saya telah menulis dasar-dasar bagaimana cara menghitung persentase. Kini kita akan lebih bahas lebih dalam lagi khususnya untuk menentukan persentase keuntungan dan kerugian dalam proses jual-beli barang. Ilustrasi timbangan untung Rugi     Untung atau Rugi? Sebelum membahas lebih jauh, anda harus tahu dahulu istilah untung dan rugi. Penjualan dikatakan untung bila Harga Barang yang dijual lebih besar dari modal yang kita keluarkan untuk membeli barang tersebut. Sedangkan penjualan dikatakan mengalami kerugian jika harga jual lebih kecil dari harga perolehan/pembelian barang.   Untung adalah Harga Penjualan > Harga Pembelian Untung = Harga Penjualan – Harga Pembelian Persentase Keuntungan = Untung / Harga Pembelian x 100%   Rugi adalah Harga Penjualan < Harga Pembelian Rugi = Harga Pembelian – Harga Penjualan Per

Perkalian Pecahan

Cara Menghitung Perkalian Pecahan (biasa, campuran, desimal, persen) - Kita sering mendengar kata-kata pecahan, pembilang, penyebut, sekian per sekian, dan masih banyak lagi. Berbagai macam sebutan tersebut menunjukkan bahwa nilai yang merupakan hasil pembagian sebuah bilangan dengan bilangan lainnya atau sering disebut dengan pecahan. Hakikatnya pengertian pecahan adalah istilah dalam matematika yang terdiri dari pembilang dan penyebut. Pembilang adalah bilangan yang dibagi, sedangkan penyebut adalah bilangan yang menjadi pembagi. Secara umum, penulisan pecahan akan lebih mudah dibaca menggunakan nilai penyebut dan pembilang yang lebih kecil atau penggunaan penyebut berbasis 5 atau 10 tetapi masih tetap memiliki nilai yang sama. Sebagai contoh, orang 1/2 akan lebih disukai daripada 500/1000, tetapi 50/100 atau 500/1000 akan lebih disukai daripada pecahan seperti 387/774. Padahal semua bilangan tersebut memiliki nilai yang sama, yakni 1/2. Oleh karena itu, biasanya dilakukan penye

Cara Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal & Heksadesimal

Konversi bilangan biasanya menjadi pengetahuan dasar yang sering atau mungkin wajib diberikan kepada mahasiswa pada mata kuliah pengenalan komputer. Karena pentingnya konsep dasar sistem bilangan dengan basis yang berbeda sehingga juga diajarkan atau diperkenalkan kepada siswa SMK/SMA atau bahkan siswa SMP. Ada empat basis bilangan yang sering digunakan yakni : bilangan berbasis dua atau yang sering disebut dengan bilangan biner (binary), digit yang digunakan adalah 0 dan 1 bilangan berbasis delapan atau sering juga disebut oktal (octal), digit yang digunakan adalah 0, 1, 2, …, 7 bilangan berbasis sepuluh atau desimal yang sering kita digunakan dalam kehidupan sehari-hari, digit yang digunakan adalah 0, 1, 2, …, 8, 9; serta bilangan berbasis enambelas atau heksadesimal (hexadecimal), dengan digit yang digunakan adalah 0, 1, 2, 3, …, 8, 9, A, B, …, E, F. Dimana A sebagai pengganti nilai 10, B=11, C=12, dst. Berikut ini akan dibahas satu persatu bilangan tersebut serta bagaimana ca