Langsung ke konten utama

Cara Membuat Ukuran Kertas Folio/F4 di Microsoft Word

Kita sering menggunakan ukuran kertas A4 dan Folio /F4. Tetapi pada beberapa printer ukuran Folio atau F4 tidak kita jumpai, oleh karena itu kita harus membuat ukuran kertas khusus (Custom Size Paper) pada dokumen Microsoft Word yang kita buat. Hal ini untuk menyesuaikan dengan kertas Folio/F4 serta untuk mengurangi pengeditan ulang yang harus dilakukan bila kita harus mencetak dalam kertas ukuran Folio atau F4. Untuk membuat ukuran kertas khusus (Custom Size Paper) di Microsoft Word yang setara dengan Folio/F4 anda bisa menggunakan langkah berikut.
  1. Klik menu ribbon Page Layout,
  2. Kemudian klik tombol untuk memunculkan Dialog Page Setup
  3. Gambar: tombol untuk menampilkan dialog Page Setup di Microsoft Word 2007
  4. Selanjutnya pada dialog tersebut klik tab Paper. Pada kotak Paper Size Pilih ukuran kertas Folio/F4 atau 8.5” x 13”. Bila tidak ada, maka anda harus membuat ukuran kertas khusus (Custom Size Paper).
  5. Untuk membuat kertas Folio/F4 dengan custom size paper anda dapat melakukannya dengan cara mengetikan atau mengisi lebar kertas pada kotak Width dengan nilai 8.5”(inci) atau setara dengan 21.59 centimeter. Sementara untuk tinggi kertas anda isikan nilai pada kotak Height dengan 13” (inch) atau setara dengan 33.02 cm.
  6. Pada saat anda mengetikkan atau mengisi nilai ukuran yang baru di kotak Width dan Height, maka Microsoft Word akan langsung otomatis menganggap bahwa anda menggunakan ukuran khusus buatan sendiri (Custom Size Paper)
  7. Selanjutnya klik tombol OK untuk membuat kertas ukuran Folio/F4.
Gambar: Dialog Page Setup di Microsoft Word 2007 untuk membuat ukuran kertas menjadi Folio/F4 atau membuat Custom Size Paper dengan ukuran 8.5 inci x 13 inci
    Bila anda mengganti printer dan printer tersebut mendukung dan memiliki ukuran kertas Folio / F4, maka segeralah rubah terlebih dahulu ukuran kertas menjadi ukuran F4/Folio.

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Persentase(%) Untung/Rugi

Cara mendapatkan persen keuntungan/kerugian - Kegunaan utama persentase adalah untuk membandingkan dua hal yang tidak sama persis. Pada artikel terdahulu saya telah menulis dasar-dasar bagaimana cara menghitung persentase. Kini kita akan lebih bahas lebih dalam lagi khususnya untuk menentukan persentase keuntungan dan kerugian dalam proses jual-beli barang. Ilustrasi timbangan untung Rugi     Untung atau Rugi? Sebelum membahas lebih jauh, anda harus tahu dahulu istilah untung dan rugi. Penjualan dikatakan untung bila Harga Barang yang dijual lebih besar dari modal yang kita keluarkan untuk membeli barang tersebut. Sedangkan penjualan dikatakan mengalami kerugian jika harga jual lebih kecil dari harga perolehan/pembelian barang.   Untung adalah Harga Penjualan > Harga Pembelian Untung = Harga Penjualan – Harga Pembelian Persentase Keuntungan = Untung / Harga Pembelian x 100%   Rugi adalah Harga Penjualan < Harga Pembelian Rugi = Harga Pembelian – Harga Penjualan Per

Perkalian Pecahan

Cara Menghitung Perkalian Pecahan (biasa, campuran, desimal, persen) - Kita sering mendengar kata-kata pecahan, pembilang, penyebut, sekian per sekian, dan masih banyak lagi. Berbagai macam sebutan tersebut menunjukkan bahwa nilai yang merupakan hasil pembagian sebuah bilangan dengan bilangan lainnya atau sering disebut dengan pecahan. Hakikatnya pengertian pecahan adalah istilah dalam matematika yang terdiri dari pembilang dan penyebut. Pembilang adalah bilangan yang dibagi, sedangkan penyebut adalah bilangan yang menjadi pembagi. Secara umum, penulisan pecahan akan lebih mudah dibaca menggunakan nilai penyebut dan pembilang yang lebih kecil atau penggunaan penyebut berbasis 5 atau 10 tetapi masih tetap memiliki nilai yang sama. Sebagai contoh, orang 1/2 akan lebih disukai daripada 500/1000, tetapi 50/100 atau 500/1000 akan lebih disukai daripada pecahan seperti 387/774. Padahal semua bilangan tersebut memiliki nilai yang sama, yakni 1/2. Oleh karena itu, biasanya dilakukan penye

Cara Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal & Heksadesimal

Konversi bilangan biasanya menjadi pengetahuan dasar yang sering atau mungkin wajib diberikan kepada mahasiswa pada mata kuliah pengenalan komputer. Karena pentingnya konsep dasar sistem bilangan dengan basis yang berbeda sehingga juga diajarkan atau diperkenalkan kepada siswa SMK/SMA atau bahkan siswa SMP. Ada empat basis bilangan yang sering digunakan yakni : bilangan berbasis dua atau yang sering disebut dengan bilangan biner (binary), digit yang digunakan adalah 0 dan 1 bilangan berbasis delapan atau sering juga disebut oktal (octal), digit yang digunakan adalah 0, 1, 2, …, 7 bilangan berbasis sepuluh atau desimal yang sering kita digunakan dalam kehidupan sehari-hari, digit yang digunakan adalah 0, 1, 2, …, 8, 9; serta bilangan berbasis enambelas atau heksadesimal (hexadecimal), dengan digit yang digunakan adalah 0, 1, 2, 3, …, 8, 9, A, B, …, E, F. Dimana A sebagai pengganti nilai 10, B=11, C=12, dst. Berikut ini akan dibahas satu persatu bilangan tersebut serta bagaimana ca