Langsung ke konten utama

Cara Mudah Menjaga Persediaan Air Sumur Saat Kemarau

Sebagian besar dari kita menggunakan sumur sebagai sumber utama untuk mendapatkan air bersih. Namun pada saat kemarau, biasanya air sumur kita akan berkurang atau bahkan menjadi habis tak bersisa.
Cara paling mudah menjaga ketersediaan air sumur kita adalah dengan menampung air hujan. Seperti kata pepatah, bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian. Menabung air dahulu, dinikmati kemudian. :D
Pada saat musim hujan, persediaan air melimpah. Air hujan itulah yang kita tabung melalui sumur resapan.Dengan adanya sumur resapan, air hujan yang jatuh di rumah dan pekarangan dapat kita simpan menjadi persediaan air tanah sehingga perbedaan tinggi muka air tanah saat musim kemarau tidak jauh berbeda dengan tinggi muka air saat musim hujan. Cara untuk membuat sumur resapan pun tidak terlalu sulit. Sama seperti biasa kita membuat sumur biasa, tetapi ditambah ijuk untuk menyaring air hujan yang akan kita jadikan persediaan air tanah kita. Selain dapat dibuat per rumah tangga, sumur resapan juga dapat dibuat untuk skala komunal atau untuk beberapa rumah tangga. Untuk lebih lengkapnya silahkan lihat gambar berikut ini yang merupakan salah satu contoh pembuatan sumur resapan.
Contoh pembuatan sumur resapan dari rumah tangga
Air hujan yang berasal dari genteng rumah ditampung dan diarahkan ke saluran pembuangan lalu menuju ke dalam sumur resapan. Perhatikan, bagian bawah atau dasar dari sumur resapan tersebut telah diberi ijuk yang berguna untuk menyaring air hujan yang masuk sebelum air tersebut masuk ke dalam tanah. Pada bagian atas sumur juga dipasang saluran pembuangan air menuju saluran drainase. Saluran pembuangan tersebut akan sangat berguna bila ternyata air hujan yang masuk melebihi kapasitas dari sumur resapan. Dengan semakin banyaknya air hujan yang masuk ke dalam tanah, diharapkan persediaan air tanah pun menjadi berlimpah dan tetap mencukupi hingga musim kemarau berlalu.
.

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Persentase(%) Untung/Rugi

Cara mendapatkan persen keuntungan/kerugian - Kegunaan utama persentase adalah untuk membandingkan dua hal yang tidak sama persis. Pada artikel terdahulu saya telah menulis dasar-dasar bagaimana cara menghitung persentase. Kini kita akan lebih bahas lebih dalam lagi khususnya untuk menentukan persentase keuntungan dan kerugian dalam proses jual-beli barang. Ilustrasi timbangan untung Rugi     Untung atau Rugi? Sebelum membahas lebih jauh, anda harus tahu dahulu istilah untung dan rugi. Penjualan dikatakan untung bila Harga Barang yang dijual lebih besar dari modal yang kita keluarkan untuk membeli barang tersebut. Sedangkan penjualan dikatakan mengalami kerugian jika harga jual lebih kecil dari harga perolehan/pembelian barang.   Untung adalah Harga Penjualan > Harga Pembelian Untung = Harga Penjualan – Harga Pembelian Persentase Keuntungan = Untung / Harga Pembelian x 100%   Rugi adalah Harga Penjualan < Harga Pembelian Rugi = Harga Pembelian – Harga Penjualan Per

Perkalian Pecahan

Cara Menghitung Perkalian Pecahan (biasa, campuran, desimal, persen) - Kita sering mendengar kata-kata pecahan, pembilang, penyebut, sekian per sekian, dan masih banyak lagi. Berbagai macam sebutan tersebut menunjukkan bahwa nilai yang merupakan hasil pembagian sebuah bilangan dengan bilangan lainnya atau sering disebut dengan pecahan. Hakikatnya pengertian pecahan adalah istilah dalam matematika yang terdiri dari pembilang dan penyebut. Pembilang adalah bilangan yang dibagi, sedangkan penyebut adalah bilangan yang menjadi pembagi. Secara umum, penulisan pecahan akan lebih mudah dibaca menggunakan nilai penyebut dan pembilang yang lebih kecil atau penggunaan penyebut berbasis 5 atau 10 tetapi masih tetap memiliki nilai yang sama. Sebagai contoh, orang 1/2 akan lebih disukai daripada 500/1000, tetapi 50/100 atau 500/1000 akan lebih disukai daripada pecahan seperti 387/774. Padahal semua bilangan tersebut memiliki nilai yang sama, yakni 1/2. Oleh karena itu, biasanya dilakukan penye

Cara Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal & Heksadesimal

Konversi bilangan biasanya menjadi pengetahuan dasar yang sering atau mungkin wajib diberikan kepada mahasiswa pada mata kuliah pengenalan komputer. Karena pentingnya konsep dasar sistem bilangan dengan basis yang berbeda sehingga juga diajarkan atau diperkenalkan kepada siswa SMK/SMA atau bahkan siswa SMP. Ada empat basis bilangan yang sering digunakan yakni : bilangan berbasis dua atau yang sering disebut dengan bilangan biner (binary), digit yang digunakan adalah 0 dan 1 bilangan berbasis delapan atau sering juga disebut oktal (octal), digit yang digunakan adalah 0, 1, 2, …, 7 bilangan berbasis sepuluh atau desimal yang sering kita digunakan dalam kehidupan sehari-hari, digit yang digunakan adalah 0, 1, 2, …, 8, 9; serta bilangan berbasis enambelas atau heksadesimal (hexadecimal), dengan digit yang digunakan adalah 0, 1, 2, 3, …, 8, 9, A, B, …, E, F. Dimana A sebagai pengganti nilai 10, B=11, C=12, dst. Berikut ini akan dibahas satu persatu bilangan tersebut serta bagaimana ca