Langsung ke konten utama

Cara Membuat Nomor Halaman Dengan Format Berbeda Dalam Satu Dokumen

Kita dapat membuat Nomor halaman berbeda antara yang satu dengan halaman yang lainnya. Misalnya untuk pembuatan skripsi kita bisa membuat nomor halaman pertama berada di bawah sedangkan nomor halaman kedua, ketiga, keempat dan seterusnya berada di atas. Tapi jika anda ingin menggabungkan semua bab dan lampiran dalam satu file, maka anda harus memecahnya dalam beberapa section, tergantung kebutuhan anda. Penggabungan tersebut akan membuat ada halaman yang menggunakan nomor romawi dan ada halaman dengan nomor arab, dan kemungkinan setiap halaman pertama nomor halaman diletakkan di bawah dan selanjutnya di atas. Secara umum langkah untuk membuat section di microsoft word adalah sebagai berikut:
  1. Letakkan kursor di lokasi/baris yang akan dibuat menjadi sebuah section baru
  2. Klik ribbon Page Layout
  3. lalu klik tombol Breaks yang ada di grup Page Setup
  4. Selanjutnya klik item Next Page
  5. Langkah 2, 3 dan 4 di atas bisa dilakukan dengna menekan tombol ALT+P lalu huruf BN.
 
Contoh praktek dari penggunaan section tersebut dapat anda lakukan seperti berikut:
  1. Misalkan anda ingin membuat sebuah file yang berisi seluruh dokumen skripsi / thesis anda. Section Pertama. Digunakan untuk Cover / Sampul halaman, halaman pernyataan, halaman tanda tangan/materai, dsb. Pada section ini nomor halaman tidak ditampilkan. Secara default (sudah dari sananya :D ), dokumen kita terdiri dari satu buah section.
  2. Buat Section Kedua. Digunakan untuk Daftar Isi, Daftar Tabel, Daftar Gambar, Daftar Lampiran, dan lain sebagainya. Pada section ini nomor halaman menggunakan angka romawi i, ii, iii, iv, dst. Anda juga bisa membuat nomor dari halaman yang memiliki judul berada di tengah-bagian-bawah sedangkan nomor pada halaman selanjutnya berada di kanan-atas. Selain itu anda juga bisa membuat nomor halaman tidak di mulai dari pertama (i) , anda bisa membuatnya menjadi (misalnya dimulai dengan iii).
  3. Buat Section Ketiga. Digunakan untuk BAB I. karena biasanya pada halaman judul bab nomor halaman diletakkan di bawah, sedangkan halaman kedua, ketiga, keempat dst dari judul bab diletakkan di atas. Buat Section yang baru untuk BAB II, BAB III, dst. Seperti halnya penomoran pada section daftar isi dsb yang ada pada section sebelumnya. Pada section ini anda juga dapat mengatur penomoran halaman pada judul bab.
  4. Buat Section untuk Lampiran. Gunakan kembali nomor romawi dengan melanjutkan dari nomor romawi terakhir dari daftar lampiran (lihat Section kedua), atau mungkin nomor halaman melanjutkan dari halaman Bab.
  5. Buat Section untuk Daftar Pustaka. Biasanya pada daftar pustaka tidak menggunakan nomor halaman, jadi harus dibuat , menjadi sebuah section tersendiri.

Tips Cara Mengurutkan Data Di Microsoft Excel

Penggabungan dokumen dalam satu buah file akan membuat file menjadi berukuran besar sehingga proses penyimpanan file juga akan membutuhkan waktu yang relatif lebih lama. Oleh karena itu sebaiknya ketika proses pengeditan dokumen sebaiknya setiap bab atau section dibuat ke dalam beberapa file terpisah terlebih dahulu. Setelah dokumen jadi (misal sudah fix / ditandatangani / disahkan), baru dokumen-dokumen tersebut di gabungkan dalam satu file.

Komentar

Tidak ketemu? Coba cari..

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Persentase(%) Untung/Rugi

Cara mendapatkan persen keuntungan/kerugian - Kegunaan utama persentase adalah untuk membandingkan dua hal yang tidak sama persis. Pada artikel terdahulu saya telah menulis dasar-dasar bagaimana cara menghitung persentase. Kini kita akan lebih bahas lebih dalam lagi khususnya untuk menentukan persentase keuntungan dan kerugian dalam proses jual-beli barang. Ilustrasi timbangan untung Rugi     Untung atau Rugi? Sebelum membahas lebih jauh, anda harus tahu dahulu istilah untung dan rugi. Penjualan dikatakan untung bila Harga Barang yang dijual lebih besar dari modal yang kita keluarkan untuk membeli barang tersebut. Sedangkan penjualan dikatakan mengalami kerugian jika harga jual lebih kecil dari harga perolehan/pembelian barang.   Untung adalah Harga Penjualan > Harga Pembelian Untung = Harga Penjualan – Harga Pembelian Persentase Keuntungan = Untung / Harga Pembelian x 100%   Rugi adalah Harga Penjualan < Harga Pembelian Rugi = Harga Pembelian – Harga Penjualan Per

Rumus Luas Permukaan Balok

Cara Mencari Luas Permukaan Balok . - Balok adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibentuk oleh tiga pasang persegi panjang dengan setidaknya salah satu pasang diantaranya berbeda. Bila ketiga pasang sisi bangun ruang tersebut berbentuk persegi (bujur sangkar) yang sama dan sebangun maka disebut sebagai kubus. Balok memiliki 6 sisi, 12 rusuk dan 8 titik sudut. Untuk lebih jelas, lihat ilustrasi balok pada gambar di bawah ini. Ilustrasi Balok Pada gambar di atas p adalah panjang (rusuk) balok, l adalah lebar balok, dan t adalah tinggi balok. Bila pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang rumus volume balok, maka pada artikel ini kita akan membahas secara detail atau rinci mengenai bagaimana cara menghitung luas permukaan/selimut balok termasuk mmenghitung luas alas balok berdasarkan luas selimut balok.   RUMUS LUAS BALOK Dengan menganggap p adalah panjang dari balok, l adalah lebar balok, dan t adalah tinggi balok seperti yang dapat dili

Cara Membagi Satu Kertas Menjadi Dua Halaman di Microsoft Word

Kadang kita ingin membuat sebuah kertas baik itu A4, Folio/F4 atau yang lainnya, bisa menjadi dua halaman. Hal tersebut kita lakukan agar hasil pencetakan (print) menjadi lebih kecil dan praktis untuk dibawa-bawa. Kita bisa mencetak 2 buah halaman A4 dalam satu lembar kertas A4 , tetapi pada kertas hasil cetak ukuran font yang dicetak tentu akan menjadi lebih kecil dari yang kita gunakan. Untuk menjaga agar ukuran font tetap dan hasil cetak tetap bisa dua halaman dalam satu kertas, maka anda bisa mengaturnya di Microsoft Word dengan menggunakan langkah berikut. Klik menu ribbon Page Layout , Kemudian klik tombol untuk memunculkan Dialog Page Setup Selanjutnya pada dialog Page Setup tersebut pilih tab Margin Kemudian pada bagian Orientation pilih Landscape Pada bagian Pages , isikan nilai Multiple pages dengan 2 pages per sheet Kemudian klik tombol OK . Tips Membagi Satu Kertas Menjadi Dua Halaman di Microsoft Word Anda bisa menggunakan cara membagi kertas t

Rumus Luas dan Keliling Trapesium

Cara Menghitung Luas Trapesium - Trapesium adalah bangun datar segi empat yang dibentuk dengan empat dua buah rusuk / sisi yang dua diantaranya saling sejajar tetapi tidak sama panjang. Trapesium hanya memiliki 1 simetri putar. Ada tiga jenis trapesium : trapesium sembarang, trapesium sama kaki dan trapesium siku-siku. Rumus Luas Trapesium adalah : Adapun untuk panjang keliling trapesium dihitung dengan menjumlahkan keempat rusuk/sisinya. Karena panjang sisi belum tentu sama maka cara terbaik adalah dengan menjumlahkan empat buah rusuk/sisi tersebut. Contoh Trapesium Sembarang ABCD Trapesium sembarang adalah trapesium dengan keempat rusuk/sisinya tidak sama panjang. Trapesium sembarang tidak memiliki simetri lipat. Luas Trapesium Sembarang ABCD = (BC + AD) x t / 2 Keliling Trapesium ABCD = AB + BC + CD + DA Contoh Trapesium Siku-siku PQRS Trapesium siku-siku adalah trapesium yang memiliki dua sudut siku-siku dan rusuk / sisi yang saling sejajar tegak lurus

Cara Menghitung Persentase Kenaikan

Rumus menghitung persentase kenaikan - Semua pengusaha bisnis pasti menginginkan usahanya semakin berkembang yang ditunjukkan dari waktu ke waktu dengan kenaikan, baik kenaikan omzet maupun keuntungan. Kenaikan tersebut selain dapat dilihat dari angka nominal yang biasanya di tunjukkan dalam rupiah atau unit, juga sering dihitung dengan menggunakan persen. Persentase kenaikan merupakan nilai persentase tambahan nilai terakhir dari nilai sebelumnya. Biasanya persentase kenaikan ini menjadi pembanding utama dalam usaha bisnis. Orang akan melihat berapa persen kenaikan omzet, berapa persen keuntungan, dan seterusnya. Untuk menghitung persentase kenaikan dapat menggunakan rumus sebagai berikut : Rumus : Persentase (%) = (akhir – awal) / awal x 100% dimana nilai akhir adalah nilai yang lebih besar dari nilai awal . jika nilai awal lebih rendah, maka yang harus anda hitung adalah persentase penurunan. Rumus menghitung Persentase Kenaikan