Langsung ke konten utama

Rumus Menghitung Luas Segitiga

Segitiga merupakan sebuah bentuk yang dibentuk oleh tiga buah sisi yang berupa garis lurus dan tiga buah sudut. Segitiga sering juga dikelompokkan berdasarkan sudut yang ada pada segitiga yakni segitiga sama sisi, segitiga samakaki, dan segitiga sembarang.
Segitiga samasisi adalah segitiga yang panjang ketiga sisinya sama, sehingga membentuk tiga buah sudut yang sama pula. Segitiga samakaki adalah segitiga yang panjang dua sisinya sama, sehingga akan membentuk dua buah sudut yang sama pula. Sedangkan yang terakhir segitiga sembarang adalah semua bentuk segitiga yang bisa kita gambar, dimana panjang setiap sisinya bisa sama atau juga bisa berbeda. Pada gambar berikut ini merupakan contoh segitiga samakaki, samasisi dan sembarang.

 Gambar: beberapa tipe / jenis segitiga berupa segitiga  sama kaki, segitiga samasisi dan segitiga sembarang


Untuk menghitung luas segitiga baik itu sama kaki, sama sisi maupun sembarang semuanya bisa didapat dengan cara menghitung setengah alas dikali tinggi. Karena pada intinya segitiga merupakan bentuk yang menyerupai setengah persegi panjang. Sebagai ilustrasi lihat persegi panjang abcd dibawah ini.


 Gambar: Dasar perhitungan luas segitiga


Pada persegi panjang tersebut terdapat sebuah segitiga acd (diarsir) yang membelah persegi panjang menjadi dua bagian. Oleh karena itu untuk menghitung luas segitiga acd kita perlu menghitung luas persegi panjang kemudian dibagi dua. Dengan demikian rumus untuk menghitung luas segitiga adalah :

 Gambar: Rumus menghitung luas segitiga


Contoh Soal 1:
Hitung luas segitiga yang panjang alasnya 6 cm dan tingginya 7 cm?
Jawab: Luas segitiga = 1/2 x 6 cm x 7 cm = 21 cm2

Contoh soal 2:
hitung panjang segitiga yang ada pada gambar berikut ini :

 Gambar: Contoh soal menghitung luas segitiga

Jawab:
Untuk menghitung segitiga abc tersebut kita harus mengetahui tinggi sisi cd terlebih dahulu. Karena sisi bd dan bc diketahui kita bisa menghitung tinggi sisi cd dengan rumus pythagoras.


bc2 = bd2 + cd2
52 = 42 + cd2
25 = 16 + cd2
cd2 = 25 – 16 = 9
cd = 3 cm

Kemudian baru kita hitung luas segitiga tersebut :
Panjang alas = ad + bd = 1,5 + 4 = 5,5 cm
Tinggi = cd = 3 cm
Luas segitiga = 1/2 x panjang alas x tinggi
= 1/2 x 5,5 cm x 3 cm = 8,25 cm 2

Untuk menghitung Luas segitiga menggunakan microsoft excel kita bisa langsung mengalikan dengan menggunakan rumus excel berikut :
=1/2*5.5*3
Atau bila menggunakan referensi sel bisa dilakukan seperti contoh excel berikut:

 Gambar: Contoh menghitung luas segitiga menggunakan microsoft excel


 

Tips Cara (Rumus) Menghitung Luas Segitiga

Bila ada salah satu sudut segitiga yang membentuk sudut siku-siku (90) maka anda bisa langsung menghitung luas segitiga dengan rumus luas segitiga tanpa harus mencari tinggi segitiga seperti yang ada di contoh soal 2. Kedua sisi yang membentuk sudut siku-siku tersebut dapat menjadi alas dan tinggi dari segitiga.

Komentar

  1. Kalau PR anak saya hanpir mirip gambar di atas. Bedanya, alas sdh diketahui, kedua sisi miring jg sudah. Pertanyaannya, bagaimana menghitung luas segitiga? Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tinggal cari tingginya kalau begitu... (pada gambar diatas ditunjukkan dengan garis putus-putus warna merah

      Hapus

Posting Komentar

SPAM akan dihapus.

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Persentase(%) Untung/Rugi

Cara mendapatkan persen keuntungan/kerugian - Kegunaan utama persentase adalah untuk membandingkan dua hal yang tidak sama persis. Pada artikel terdahulu saya telah menulis dasar-dasar bagaimana cara menghitung persentase. Kini kita akan lebih bahas lebih dalam lagi khususnya untuk menentukan persentase keuntungan dan kerugian dalam proses jual-beli barang. Ilustrasi timbangan untung Rugi     Untung atau Rugi? Sebelum membahas lebih jauh, anda harus tahu dahulu istilah untung dan rugi. Penjualan dikatakan untung bila Harga Barang yang dijual lebih besar dari modal yang kita keluarkan untuk membeli barang tersebut. Sedangkan penjualan dikatakan mengalami kerugian jika harga jual lebih kecil dari harga perolehan/pembelian barang.   Untung adalah Harga Penjualan > Harga Pembelian Untung = Harga Penjualan – Harga Pembelian Persentase Keuntungan = Untung / Harga Pembelian x 100%   Rugi adalah Harga Penjualan < Harga Pembelian Rugi = Harga Pembelian – Harga Penjualan Per

Perkalian Pecahan

Cara Menghitung Perkalian Pecahan (biasa, campuran, desimal, persen) - Kita sering mendengar kata-kata pecahan, pembilang, penyebut, sekian per sekian, dan masih banyak lagi. Berbagai macam sebutan tersebut menunjukkan bahwa nilai yang merupakan hasil pembagian sebuah bilangan dengan bilangan lainnya atau sering disebut dengan pecahan. Hakikatnya pengertian pecahan adalah istilah dalam matematika yang terdiri dari pembilang dan penyebut. Pembilang adalah bilangan yang dibagi, sedangkan penyebut adalah bilangan yang menjadi pembagi. Secara umum, penulisan pecahan akan lebih mudah dibaca menggunakan nilai penyebut dan pembilang yang lebih kecil atau penggunaan penyebut berbasis 5 atau 10 tetapi masih tetap memiliki nilai yang sama. Sebagai contoh, orang 1/2 akan lebih disukai daripada 500/1000, tetapi 50/100 atau 500/1000 akan lebih disukai daripada pecahan seperti 387/774. Padahal semua bilangan tersebut memiliki nilai yang sama, yakni 1/2. Oleh karena itu, biasanya dilakukan penye

Cara Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal & Heksadesimal

Konversi bilangan biasanya menjadi pengetahuan dasar yang sering atau mungkin wajib diberikan kepada mahasiswa pada mata kuliah pengenalan komputer. Karena pentingnya konsep dasar sistem bilangan dengan basis yang berbeda sehingga juga diajarkan atau diperkenalkan kepada siswa SMK/SMA atau bahkan siswa SMP. Ada empat basis bilangan yang sering digunakan yakni : bilangan berbasis dua atau yang sering disebut dengan bilangan biner (binary), digit yang digunakan adalah 0 dan 1 bilangan berbasis delapan atau sering juga disebut oktal (octal), digit yang digunakan adalah 0, 1, 2, …, 7 bilangan berbasis sepuluh atau desimal yang sering kita digunakan dalam kehidupan sehari-hari, digit yang digunakan adalah 0, 1, 2, …, 8, 9; serta bilangan berbasis enambelas atau heksadesimal (hexadecimal), dengan digit yang digunakan adalah 0, 1, 2, 3, …, 8, 9, A, B, …, E, F. Dimana A sebagai pengganti nilai 10, B=11, C=12, dst. Berikut ini akan dibahas satu persatu bilangan tersebut serta bagaimana ca