Langsung ke konten utama

Cara Print Dokumen Ms Word 2010

Dokumen atau laporan yang dibuat di Microsoft Word pada umumnya akan dicetak menggunakan printer. Bagi pemula atau orang yang baru belajar microsoft word 2010, tampilan untuk pencetakan dokumen yang berbeda dengan versi sebelumnya dapat menyebabkan kesulitan dalam hal pencetakan dokumen. Oleh karena itu artikel ini akan mencoba memberikan tutorial bagaimana dasar-dasar cara mencetak dokumen di microsoft Word 2010:

  1. Klik menu File lalu pilih Print , atau tekan saja tombol CTRL+P
  2. Selanjutnya pilih Print All Pages untuk mencetak seluruh dokumen atau bila ingin mencetak halaman tertentu saja maka isikan nomor (dan section) halaman yang akan dicetak pada kotak Pages , sebagai contoh isikan 5-9 untuk mencetak halaman 5 hingga 9. Contoh lainnya, isikan 99-1 untuk mencetak halaman 99 hingga halaman 1 (mencetak dari halaman belakang ke depan).
  3. Kemudian Pilih Printer yang akan digunakan mencetak, misalkan HP LaserJet 2300 Series
  4. Lalu isikan jumlah rangkap salinan dokumen yang dicetak, isikan 2 untuk membuat 2 rangkap, 3 untuk mencetak 3 rangkap, dst.
  5. Setelah semua konfigurasi pencetakan telah sesuai langkah selanjutnya mulai pencetakan dengan menekan tombol Print .



 Gambar: Dasar-dasar mengeprint dokumen di microsoft word 2010



Secara lengkap fasilitas pencetakan yang disediakan di microsoft word 2010 yang ditampilkan dalam bentuk tombol dan link yang terdapat pada jendela Print dapat dijelaskan sebagai berikut :
  1. Bagian Print , pada bagian ini terdapat :
    • tombol Print untuk memulai pencetakan dokumen,
    • Copies jumlah yang digunakan untuk membuat atau mencetak dokumen dalam beberapa rangkap/salinan.
  2. Bagian Printer , terdapat beberapa item :
    • Nama printer , dapat berupa HP LaserJet 2300 Series , Epson TX121 , Canon inkjet MP510 , PDF writer , atau nama printer lainnya yang terinstall di komputer anda. Klik nama printer tersebut untuk memilih / mengganti dengan printer yang lain.
    • Link Printer Properties untuk menampilkan setting/konfigurasi printer yang telah dipilih
  3. Bagian Settings , terdapat beberapa item :
    • Print All Pages . kotak ini sebenarnya untuk menentukan halaman mana saja akan dicetak. Ketika memilih perintah kotak ini, maka akan tampil beberapa pilihan lainnya, seperti:
      • Print All Pages untuk mengeprint semua halaman pada dokumen aktif.
      • Print Selection untuk mencetak teks atau bagian dokumen tertentu saja yang telah dipilih.
      • Print Current Page untuk mencetak halaman aktif (tempat kursor berada).
      • Print Custom Range untuk mencetak halaman tertentu saja. Pemberian/pemilihan nomor halaman yang akan dicetak secara spesifik diisi pada kotak Pages .
    • Pages , diisi dengan nomor halaman yang akan dicetak. Ketika kotak Pages diisi maka item jenis pencetakan yang ada di atasnya akan otomatis berubah menjadi Print Custom Range .
  4. Print One Sided , kotak ini digunakan untuk mengatur pilihan pencetakan pada kertas apakah satu sisi saja atau dua sisi (bolak balik). Pilihan yang tersedia tergantung dari kemampuan printer untuk melakukan duplex printing:
    • Print One Sided , hanya mencetak satu sisi halaman saja
    • Print On Both Sides (Flip pages on long edge / short edge) untuk mencetak pada dua buah sisi halaman secara langsung (otomatis). Pilihan ini hanya muncul bila printer yang akan digunakan mendukung untuk duplex printing .
    • Manually Print on Both Sides , untuk mengeprint pada dua sisi kertas (bolak balik) secara manual.
  5. Collated , kotak ini untuk mengatur urutan pencetakan dokumen, dan hanya akan berguna bila anda akan mencetak dokumen 2 rangkap atau lebih yang diisi pada kotak Copies di atas. Pilihan yang tersedia :
    • Collated , untuk mencetak dengan urutan 1, 2, dan 3, dst setelah selesai kembali lagi ke 1, 2, 3, dst.
    • Uncollated untuk mencetak halaman 1, 1, 1 (sesuai dengan jumlah rangkap salinan dokumen), setelah itu baru mulai ke halaman 2, 2, 2 sebanyak jumlah rangkap dokumen, dst.
  6. Potrait Orientation , untuk mengatur orientasi atau layout pencetakan. Pilihan :
    • Potrait , untuk mencetak dokumen dengan posisi kertas vertikal
    • Landscape , untuk mencetak dokumen dengan posisi kertas horizontal
  7. Letter (8.5”x 11”) atau A4 (21 cm x 29,7 cm) , kotak ini untuk menentukan jenis ukuran kertas yang akan digunakan untuk mencetak. Selain kedua ukuran tersebut pilihan lain yang tersedia diantaranya:
    • Legal (8.5” x 14”)
    • A3 (11.69” x 16.54”)
    • A5 (5.83” x 8.27”)
    • B4 (JIS) (7.17” x 10.12)
    • Envelope #10 (4.12” x 9.5”)
    • F4 (8.5” x 13”) (hanya tersedia pada printer tertentu)
  8. Normal Margin atau Custom Margin , kotak ini berisi pilihan margin yang digunakan dalam dokumen. Selain kedua pilihan tersebut pilihan margin yang tersedia: Last Custom Setting, Narrow, Moderate, Wide, Mirrored, Office 2003 Default .
  9. 1 Pages Per Sheet, kotak ini berisi jumlah halaman yang akan dicetak dalam 1 lembar kertas. Anda juga bisa mencetak 2, 4, 6, 8, atau 16 halaman per lembar kertas atau anda juga bisa “memaksa” mencetak dokumen sesuai dengan target kertas yang ada di printer melalui scaled to paper size .
  10. link Page Setup , untuk mengatur kertas dokumen secara keseluruhan baik ukuran kertas, margin yang digunakan, posisi/orientasi kertas, dan lain sebagainya



 

Tips Cara Print Dokumen Microsoft Word 2010

Sebelum mencetak sebaiknya anda melihat terlebih dahulu pada bagian Preview Area untuk memastikan bahwa hasil cetak dokumen telah sesuai dengan apa yang diharapkan.

Komentar

  1. Sudah saya lakukan seperti perintah, tetapi margin kiri agaknya tidak bisa di atur, misalnya saya kasih jarak 0.5, pada gambar layar tampilan oke, tetapi setelah di cetak margin kiri menjadi 2 cm, saya sampai pusing ... gimana cara mengatasinya ( saya pakai MS word 2010 ). Thank

    BalasHapus

Posting Komentar

SPAM akan dihapus.

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Persentase(%) Untung/Rugi

Cara mendapatkan persen keuntungan/kerugian - Kegunaan utama persentase adalah untuk membandingkan dua hal yang tidak sama persis. Pada artikel terdahulu saya telah menulis dasar-dasar bagaimana cara menghitung persentase. Kini kita akan lebih bahas lebih dalam lagi khususnya untuk menentukan persentase keuntungan dan kerugian dalam proses jual-beli barang. Ilustrasi timbangan untung Rugi     Untung atau Rugi? Sebelum membahas lebih jauh, anda harus tahu dahulu istilah untung dan rugi. Penjualan dikatakan untung bila Harga Barang yang dijual lebih besar dari modal yang kita keluarkan untuk membeli barang tersebut. Sedangkan penjualan dikatakan mengalami kerugian jika harga jual lebih kecil dari harga perolehan/pembelian barang.   Untung adalah Harga Penjualan > Harga Pembelian Untung = Harga Penjualan – Harga Pembelian Persentase Keuntungan = Untung / Harga Pembelian x 100%   Rugi adalah Harga Penjualan < Harga Pembelian Rugi = Harga Pembelian – Harga Penjualan Per

Perkalian Pecahan

Cara Menghitung Perkalian Pecahan (biasa, campuran, desimal, persen) - Kita sering mendengar kata-kata pecahan, pembilang, penyebut, sekian per sekian, dan masih banyak lagi. Berbagai macam sebutan tersebut menunjukkan bahwa nilai yang merupakan hasil pembagian sebuah bilangan dengan bilangan lainnya atau sering disebut dengan pecahan. Hakikatnya pengertian pecahan adalah istilah dalam matematika yang terdiri dari pembilang dan penyebut. Pembilang adalah bilangan yang dibagi, sedangkan penyebut adalah bilangan yang menjadi pembagi. Secara umum, penulisan pecahan akan lebih mudah dibaca menggunakan nilai penyebut dan pembilang yang lebih kecil atau penggunaan penyebut berbasis 5 atau 10 tetapi masih tetap memiliki nilai yang sama. Sebagai contoh, orang 1/2 akan lebih disukai daripada 500/1000, tetapi 50/100 atau 500/1000 akan lebih disukai daripada pecahan seperti 387/774. Padahal semua bilangan tersebut memiliki nilai yang sama, yakni 1/2. Oleh karena itu, biasanya dilakukan penye

Cara Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal & Heksadesimal

Konversi bilangan biasanya menjadi pengetahuan dasar yang sering atau mungkin wajib diberikan kepada mahasiswa pada mata kuliah pengenalan komputer. Karena pentingnya konsep dasar sistem bilangan dengan basis yang berbeda sehingga juga diajarkan atau diperkenalkan kepada siswa SMK/SMA atau bahkan siswa SMP. Ada empat basis bilangan yang sering digunakan yakni : bilangan berbasis dua atau yang sering disebut dengan bilangan biner (binary), digit yang digunakan adalah 0 dan 1 bilangan berbasis delapan atau sering juga disebut oktal (octal), digit yang digunakan adalah 0, 1, 2, …, 7 bilangan berbasis sepuluh atau desimal yang sering kita digunakan dalam kehidupan sehari-hari, digit yang digunakan adalah 0, 1, 2, …, 8, 9; serta bilangan berbasis enambelas atau heksadesimal (hexadecimal), dengan digit yang digunakan adalah 0, 1, 2, 3, …, 8, 9, A, B, …, E, F. Dimana A sebagai pengganti nilai 10, B=11, C=12, dst. Berikut ini akan dibahas satu persatu bilangan tersebut serta bagaimana ca