Langsung ke konten utama

Cara Menjumlahkan Bilangan dengan Nominal Tertentu di Ms Excel

Saat membuat rekapitulasi (aggregat / jumlah ) nilai kadang kita ingin mengetahui seberapa besar jumlah yang dari segini sampai segitu, atau dari sekian sampai sekian. Hal ini kita lakukan untuk mengetahui komposisi manakah yang terbanyak. Dalam aplikasi sehari hari, kita mungkin ingin mengetahui jumlah tabungan yang kelas menengah ke bawah apakah lebih banyak dari penabung kelas menengah ke atas, atau sebaliknya.
Untuk menghitung jumlah dengan kriteria tertentu kita bisa menggunakan fasilitas yang disediakan dalam microsoft excel 2010 yakni berupa fungsi SUMIF(). Berikut contoh cara menggunakan fungsi tersebut:
  1. Misalkan kita memiliki daftar pada range B2 hingga B11 berupa angka tabungan yang kurang dari 10 juta yang juga sudah kita hitung jumlahnya dengan menggunakan fungsi SUM().
  2. Selanjutnya kita ingin mengetahui berapakah jumlah untuk tabungan yang kurang dari Rp 5 juta dan untuk tabungan yang lebih/sama dengan Rp 5 juta
  3. Untuk melakukan hal tersebut misalnya pada sel B15 ktia ketik rumus =SUMIF(B2:B11,"<5000000") untuk mengetahui jumlah tabungan yang bernilai kurang dari 5 juta.
  4. Adapun untuk tabungan yang lebih atau sama dengan 5 juta pada parameter kriteria kita ganti tanda “<”dengan “>=” sehingga rumus menjadi =SUMIF(B2:B11,">=5000000")

 Gambar: Contoh rumus cara menghitung dengan kriteria nominal tertentu di microsoft excel 2010


 

Tips Cara Menjumlahkan Bilangan dengan Nominal Tertentu di Microsoft Excel 2010

Untuk kriteria sama dengan (=), anda cukup menulis langsung bilangannya dan juga bisa tanpa tanda kutip. Bila anda ingin kriteria yang lebih banyak, maka gunakan fungsi SUMIFS().
Jika anda ingin mengetahui jumlah penabung yang uangnya kurang dari 5 juta( atau sebaliknya, lebih dari /sama dengan 5 juta) maka gunakan fungsi COUNTIF().

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Persentase(%) Untung/Rugi

Cara mendapatkan persen keuntungan/kerugian - Kegunaan utama persentase adalah untuk membandingkan dua hal yang tidak sama persis. Pada artikel terdahulu saya telah menulis dasar-dasar bagaimana cara menghitung persentase. Kini kita akan lebih bahas lebih dalam lagi khususnya untuk menentukan persentase keuntungan dan kerugian dalam proses jual-beli barang. Ilustrasi timbangan untung Rugi     Untung atau Rugi? Sebelum membahas lebih jauh, anda harus tahu dahulu istilah untung dan rugi. Penjualan dikatakan untung bila Harga Barang yang dijual lebih besar dari modal yang kita keluarkan untuk membeli barang tersebut. Sedangkan penjualan dikatakan mengalami kerugian jika harga jual lebih kecil dari harga perolehan/pembelian barang.   Untung adalah Harga Penjualan > Harga Pembelian Untung = Harga Penjualan – Harga Pembelian Persentase Keuntungan = Untung / Harga Pembelian x 100%   Rugi adalah Harga Penjualan < Harga Pembelian Rugi = Harga Pembelian – Harga Penjualan Per

Perkalian Pecahan

Cara Menghitung Perkalian Pecahan (biasa, campuran, desimal, persen) - Kita sering mendengar kata-kata pecahan, pembilang, penyebut, sekian per sekian, dan masih banyak lagi. Berbagai macam sebutan tersebut menunjukkan bahwa nilai yang merupakan hasil pembagian sebuah bilangan dengan bilangan lainnya atau sering disebut dengan pecahan. Hakikatnya pengertian pecahan adalah istilah dalam matematika yang terdiri dari pembilang dan penyebut. Pembilang adalah bilangan yang dibagi, sedangkan penyebut adalah bilangan yang menjadi pembagi. Secara umum, penulisan pecahan akan lebih mudah dibaca menggunakan nilai penyebut dan pembilang yang lebih kecil atau penggunaan penyebut berbasis 5 atau 10 tetapi masih tetap memiliki nilai yang sama. Sebagai contoh, orang 1/2 akan lebih disukai daripada 500/1000, tetapi 50/100 atau 500/1000 akan lebih disukai daripada pecahan seperti 387/774. Padahal semua bilangan tersebut memiliki nilai yang sama, yakni 1/2. Oleh karena itu, biasanya dilakukan penye

Cara Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal & Heksadesimal

Konversi bilangan biasanya menjadi pengetahuan dasar yang sering atau mungkin wajib diberikan kepada mahasiswa pada mata kuliah pengenalan komputer. Karena pentingnya konsep dasar sistem bilangan dengan basis yang berbeda sehingga juga diajarkan atau diperkenalkan kepada siswa SMK/SMA atau bahkan siswa SMP. Ada empat basis bilangan yang sering digunakan yakni : bilangan berbasis dua atau yang sering disebut dengan bilangan biner (binary), digit yang digunakan adalah 0 dan 1 bilangan berbasis delapan atau sering juga disebut oktal (octal), digit yang digunakan adalah 0, 1, 2, …, 7 bilangan berbasis sepuluh atau desimal yang sering kita digunakan dalam kehidupan sehari-hari, digit yang digunakan adalah 0, 1, 2, …, 8, 9; serta bilangan berbasis enambelas atau heksadesimal (hexadecimal), dengan digit yang digunakan adalah 0, 1, 2, 3, …, 8, 9, A, B, …, E, F. Dimana A sebagai pengganti nilai 10, B=11, C=12, dst. Berikut ini akan dibahas satu persatu bilangan tersebut serta bagaimana ca