Langsung ke konten utama

Cara Menghitung IP dan IPK dengan Excel

Menghitung Indeks Prestasi (Kumulatif) - Indeks prestasi (IP) adalah nilai akhir yang diperoleh siswa/mahasiswa dari mengikuti kegiatan belajar mengajar mata pelajaran/mata kuliah pada satu periode waktu tertentu (IP semester). Sedangkan indeks prestasi kumulatif (IPK) adalah perhitungan gabungan nilai semua mata kuliah mulai dari awal kuliah hingga / sampai dengan semester tertentu. Nilai ini akan menentukan bagaimana gelar/predikat anda saat lulus nanti, apakah termasuk “biasa-biasa saja”, memuaskan, sangat memuaskan, atau cum laude.
Secara garis besar saya akan membagi tulisan ini menjadi 3 bagian besar, yakni :
  1. Cara Menghitung Nilai Akhir Mata Pelajaran/Mata Kuliah
  2. Cara Menghitung Indeks Prestasi (IP) Semester
  3. Cara Menghitung Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)

 
 

CARA MENGHITUNG NILAI AKHIR MATA PELAJARAN/MATA KULIAH

Sebelum menghitung nilai IP dan IPK, anda harus tahu dahulu bagaimana cara menghitung nilai akhir yang anda peroleh saat semester berakhir.

Cara Menentukan Nilai Akhir Mata Kuliah / Mata Pelajaran

Setiap sekolah atau perguruan tinggi memiliki sendiri variabel dan bobot dari masing-masing variabel penilaian. Bahkan, bisa jadi setiap guru/dosen memiliki metode dan pembobotan tersendiri yang biasanya akan diterangkan saat pertemuan pertama. Tetapi secara umum ada 5 (lima) variabel yang biasa digunakan dalam perhitungan nilai akhir yang akan di dapat oleh setiap siswa/mahasiswa, yakni :

  1. Kehadiran,
  2. Quiz,
  3. Tugas,
  4. Ujian tengah semester (UTS/Mid test), dan
  5. Ujian akhir semester (UAS / Final test)
Untuk lebih jelasnya kita akan bahas dalam bentuk contoh perhitungan bagaimana variabel-variabel tersebut berpengaruh dalam perhitungan nilai huruf/grade yang akan didapat oleh seorang siswa/mahasiswa.

Misalkan nilai bobot dari masing masing variabel tersebut adalah Kehadiran memiliki bobot 10%, Quiz(15%), Tugas (20%), UTS(25%), UAS(30%). Sedangkan nilai akhir yang diperoleh siswa dari masing-masing variabel tersebut misalnya adalah :

  1. Kehadiran, hadir 11 dari 12 kali pertemuan => 11/12*100 = 91,67
  2. Quiz, 4 kali quiz => (70+85+55+75)/4 = 71,25
  3. Tugas, 6 kali tugas => (85+100+95+100+80+95)/6 = 92,5
  4. Ujian tengah semester (UTS/Mid test), => 76, dan
  5. Ujian akhir semester (UAS / Final test) => 85

Selanjutnya setiap nilai akan dikalikan dengan bobot yang telah ditentukan sebelumnya. Misalkan untuk Kehadiran 91,67 x 10% = 9,167; Tugas 71,25 x 15% = 10,69 ; dan seterusnya. Kemudian semua Nilai x Bobot tersebut dijumlahkan dan anda akan mendapatkan nilai akhir yang diperoleh seorang siswa / mahasiswa, yakni 82,85 . Bila kita hitung menggunakan excel maka kita dapat membuatnya seperti langkah-langkah berikut:

  1. Pertama-tama buat tabel untuk perhitungan dengan variabel yang akan digunakan
  2. Selanjutnya berikan bobot untuk setiap variabel tersebut. Ingat, jumlah dari bobot tersebut harus 100%
  3. Setelah itu berikan nilai akhir yang diperoleh dari setiap variabel tersebut, misalkan seperti contoh dibawah ini :
  4. Langkah selanjutnya kalikan setiap nilai dengan bobot variabel, anda bisa membuatnya pada salah satu sel terlebih dahulu (misal rumus pada sel B6 berisi =B4*B4 ), lalu copy rumus tersebut untuk setiap variabel
  5. Terakhir jumlahkan semua hasil nilai dikali bobot yang ada di variabel untuk mendapatkan nilai akhir mata kuliah / pelajaran.

 

Cara Menentukan Nilai Huruf / Grade Nilai Akhir

Setelah nilai akhir mata kuliah / mata pelajaran dihitung maka langkah selanjutnya adalah menentukan nilai huruf yang akan di dapat. Seperti halnya variabel nilai dan bobot, range atau interval dalam penentuan nilai huruf ini juga tergantung pada aturan main yang digunakan sekolah/perguruan tinggi. Oleh karena itu aturan main antara sekolah/kampus yang satu dapat saja berbeda dengan sekolah/kampus yang lainnya. Sebagai contoh, misalkan aturan yang akan digunakan dalam penentuan grade / huruf nilai adalah sebagai berikut :
  • Grade A , bila nilai akhir berada antara 85.00 - 100.00,
  • Grade B , bila nilai akhir berada antara 70.00 - 84.99,
  • Grade C , bila nilai akhir berada antara 55.00 - 69.99,
  • Grade D , bila nilai akhir berada antara 40.00 - 54.99,
  • Grade E , bila nilai akhir berada antara 0.00 - 39.99.
Dengan aturan pemeringkatan tersebut, tentu saja nilai akhir yang telah dihitung sebelumnya sebesar 82,85 akan mendapatkan nilai huruf / Grade B . Jika penentuan grade huruf dari nilai ini hanya satu atau dua nilai saja tentu tidak menjadi masalah. Masalah baru akan muncul jika nilai akhir yang harus ditentukan menjadi grade huruf jumlahnya sangat banyak. Microsoft excel dapat membantu kita mempermudah, mempercepat dan mengatasi hal tersebut. Fungsi IF akan dipakai dalam menentukan grade sebuah nilai akhir. Sintaks penggunaan fungsi IF adalah :

IF( Kondisi, nilai_jika_true, nilai_jika_false)

Dimana :
  • kondisi adalah nilai atau statement yang akan dievaluasi, misalnya 4<5, 7=9, A2<B3, dsb.
  • Nilai_jika_true adalah nilai yang akan diberikan jika kondisi bernilai true (betul), misal 4<5.
  • Nilai_jika_false adalah nilai yang akan diberikan jika kondisi bernilai false (salah), misal 7=9.
Contoh: jika ada rumus excel =IF(10>=5, “mobil”, 5) maka nilai yang akan dikembalikan adalah “mobil”. Kembali ke penentuan Grade Huruf dari nilai akhir. Bila rumus excel =IF( G6>=85, “A”, “bukan Grade A”) maka jika nilai yang ada pada sel G6 berisi 85, 86, 87, dst bilangan yang lebih besar atau sama dengan 85 (termasuk 101, 120, dst) maka nilai yang dikembalikan adalah “A”, jika nilai G6 lebih kecil dari 85 ( 84, 56, -10, dst) maka nilai yang dikembalikan adalah “bukan Grade A”. Dengan demikian, untuk menentukan Grade nilai akhir kita membutuhkan konsep rekursif atau suatu bentuk IF berulang atau IF di dalam IF (Nested IF) sebagaimana yang tampak pada ilustrasi berikut: Pada gambar diatas terlihat jika NILAI lebih besar atau sama dengan 85 maka akan menghasilkan “A” (Area Biru), jika tidak maka sud ah pasti ada di area kuning dan masuk pada IF berikutnya. Pada IF Kedua akan di cek NILAI >= 70 atau tidak, jika true(iya) maka akan diberikan “B”, jika tidak maka akan masuk pada IF yang ketiga, dan seterusnya. Anda tidak perlu bingung atau takut NILAI besar seperti 90, 100, 105, dst yang lebih dari 85 akan masuk pada IF kedua. Nilai-nilai tersebut sudah pasti akan masuk / disaring pada filter IF yang pertama. Jadi Nilai yang disaring pada IF kedua hanya NILAI yang berada antara 70 sampai 84,99999 (kurang dari 85). Mekanisme ini diulangi untuk IF ketiga dan seterusnya.

Untuk menentukan Nilai Huruf/Grade di microsoft Excel anda dapat melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Pilih sebuah sel baru. Lalu dengan mengikuti konsep pembuatan konsep rumus penentuan Grade Huruf dari nilai Akhir di atas maka ketik rumus excel berikut (dengan mengganti semua tulisan NILAI dengan sel referensi, misal G6):
    =IF(G6>85, "A", IF(G6>70, "B", IF(G6>55, "C", IF(G6>40, "D", "E"))))
  2. Bila anda ingin agar rumus tersebut bersifat fleksibel, artinya dapat dengan mudah mengganti range nilai, maka sebaiknya untuk semua nilai batas diganti dengan menggunakan sel referensi. Buat terlebih dahulu tabel grade penentuan nilai lalu ubah parameter IF merujuk kepada sel-sel referensi tersebut seperti contoh berikut:
    =IF(G6>=$D$10, "A", IF(G6>=$D$11, "B", IF(G6>=$D$12, "C", IF(G6V=$D$13, "D", "E"))))

 

CARA MENGHITUNG INDEKS PRESTASI (IP) SEMESTER

Setelah anda mengetahui darimana nilai Grade anda di dapat maka selanjutnya adalah menghitung indeks prestasi yang anda raih dalam satu semester. Rumus untuk menghitung IP semester adalah sebagai berikut : Nilai mutu umumnya berada dalam skala 0 – 4, dimana nilai grade E disamakan dengan 0 (gagal), D = 1 (kurang), C = 2(cukup), B = 3(baik) dan A=4(terbaik). Pada beberapa perguruan tinggi / sekolah ada yang menerapkan nilai selang seperti B+ yang setara dengan , A-, C+, AB, dan lain-lain. Misalnya B+ setara dengan nilai mutu 3,25; A- setara dengan nilai mutu 3,75; dan lain sebagainya. Adapun Bobot SKS adalah bobot untuk penilaian Satuan Kredit Semester, yang biasanya juga dikonversikan ke dalam jam tatap muka dalam seminggu (1 SKS setara 1 jam pelajaran, 2 SKS setara 2 jam pelajaran/tatap muka, dst). Penjelasan lebih lanjut akan dijabarkan dalam contoh perhitungan IP di microsoft excel sbb: Buat daftar mata kuliah yang berisi minimal nama mata kuliah, SKS dan nilai Huruf. Agar proses konversi nilai huruf ke nilai mutu menjadi lebih mudah maka sebaiknya buat ju ga tabel konversi nilai tersebut. Jadi bila ada perubahan aturan penilaian anda bisa langsung melakukan penyesuaian. Selanjutnya isi kolom ketujuh (kolom nilai Mutu, kolom G) dengan nilai hasil konversi nilai huruf / Grade menjadi nilai mutu. Gunakan fungsi VLOOKUP untuk melakukan hal tersebut. Misalnya gunakan rumus:
=VLOOKUP(F6,$J$3:$K$7,2,FALSE)
Dimana :
  • F6 adalah referensi sel Nilai Huruf yang akan dicari nilai mutunya
  • >$J$3:$K$7 adalah area / range tempat mencari nilai mutu, gunakan tanda dollar ($) untuk menunjuk pada range absolut, jadi tidak berubah saat kita akan copy rumus ke sel lain
  • Adapun angka 2 adalah indeks kolom tempat nilai mutu berada di dalam area / range tersebut
Copy paste rumus tersebut untuk semua nilai huruf yang akan di konversi ke dalam nilai mutu. Langkah selanjutnya adalah melakukan perkalian antara nilai mutu dan bobot SKS, misalkan dengan pada sel H6 menggunakan rumus =G6*D6 lalu copy sel tersebut untuk semua mata kuliah. Selanjutnya jumlahkan semua hasil perkalian nilai mutu x Bobot SKS. Gunakan fungsi SUM:
=SUM(H6:H15) Terakhir hitung Indeks prestasi semester dengan cara menghitung total nilai x bobot dibagi jumlah bobot SKS pada semester tersebut sehingga didapat capaian IP semester pertama adalah 2,9048 . Rumus excel yang digunakan :
=H16 / D16

 

CARA MENGHITUNG INDEKS PRESTASI KUMULATIF (IPK)

Untuk menghitung Indeks prestasi kumulatif (IPK) mirip dengan menghitung IP semester akan tetapi nilai yang dihitung bukan cuma nilai pada satu semester saja, melainkan semua nilai yang didapat dari semester pertama hingga semester terakhir. Misalkan ingin dihitung nilai IPK hingga semester IV, maka kita jumlahkan semua nilai mutu x bobot SKS lalu dibagi dengan semua jumlah bobot SKS yang sudah ditempuh. Contoh perhitungan IPK tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini dimana rumus excel yang digunakan adalah :
=SUM(H16,Q16,H30,Q30)/SUM(D16,M16,D30,M30)
 
 

Tips Menghitung IP dan IPK dengan Excel

  • Penghitungan IP dan IPK erat kaitannya dengan penggunaan fungsi IF. Anda bisa melihat lebih jauh cara menggunakan fungsi IF di excel, selain itu lihat juga cara menggunakan VLOOKUP di excel
  • Dengan menghitung IPK kita bisa memperkirakan nilai yang akan diperoleh pada saat akhir semester atau kuliah. Sehingga kita bisa mengoptimalkan waktu, biaya dan tenaga yang harus kita habiskan untuk kuliah/sekolah.

Komentar

Tidak ketemu? Coba cari..

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Persentase(%) Untung/Rugi

Cara mendapatkan persen keuntungan/kerugian - Kegunaan utama persentase adalah untuk membandingkan dua hal yang tidak sama persis. Pada artikel terdahulu saya telah menulis dasar-dasar bagaimana cara menghitung persentase. Kini kita akan lebih bahas lebih dalam lagi khususnya untuk menentukan persentase keuntungan dan kerugian dalam proses jual-beli barang. Ilustrasi timbangan untung Rugi     Untung atau Rugi? Sebelum membahas lebih jauh, anda harus tahu dahulu istilah untung dan rugi. Penjualan dikatakan untung bila Harga Barang yang dijual lebih besar dari modal yang kita keluarkan untuk membeli barang tersebut. Sedangkan penjualan dikatakan mengalami kerugian jika harga jual lebih kecil dari harga perolehan/pembelian barang.   Untung adalah Harga Penjualan > Harga Pembelian Untung = Harga Penjualan – Harga Pembelian Persentase Keuntungan = Untung / Harga Pembelian x 100%   Rugi adalah Harga Penjualan < Harga Pembelian Rugi = Harga Pembelian – Harga Penjualan Per

Rumus Luas Permukaan Balok

Cara Mencari Luas Permukaan Balok . - Balok adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibentuk oleh tiga pasang persegi panjang dengan setidaknya salah satu pasang diantaranya berbeda. Bila ketiga pasang sisi bangun ruang tersebut berbentuk persegi (bujur sangkar) yang sama dan sebangun maka disebut sebagai kubus. Balok memiliki 6 sisi, 12 rusuk dan 8 titik sudut. Untuk lebih jelas, lihat ilustrasi balok pada gambar di bawah ini. Ilustrasi Balok Pada gambar di atas p adalah panjang (rusuk) balok, l adalah lebar balok, dan t adalah tinggi balok. Bila pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang rumus volume balok, maka pada artikel ini kita akan membahas secara detail atau rinci mengenai bagaimana cara menghitung luas permukaan/selimut balok termasuk mmenghitung luas alas balok berdasarkan luas selimut balok.   RUMUS LUAS BALOK Dengan menganggap p adalah panjang dari balok, l adalah lebar balok, dan t adalah tinggi balok seperti yang dapat dili

Cara Membagi Satu Kertas Menjadi Dua Halaman di Microsoft Word

Kadang kita ingin membuat sebuah kertas baik itu A4, Folio/F4 atau yang lainnya, bisa menjadi dua halaman. Hal tersebut kita lakukan agar hasil pencetakan (print) menjadi lebih kecil dan praktis untuk dibawa-bawa. Kita bisa mencetak 2 buah halaman A4 dalam satu lembar kertas A4 , tetapi pada kertas hasil cetak ukuran font yang dicetak tentu akan menjadi lebih kecil dari yang kita gunakan. Untuk menjaga agar ukuran font tetap dan hasil cetak tetap bisa dua halaman dalam satu kertas, maka anda bisa mengaturnya di Microsoft Word dengan menggunakan langkah berikut. Klik menu ribbon Page Layout , Kemudian klik tombol untuk memunculkan Dialog Page Setup Selanjutnya pada dialog Page Setup tersebut pilih tab Margin Kemudian pada bagian Orientation pilih Landscape Pada bagian Pages , isikan nilai Multiple pages dengan 2 pages per sheet Kemudian klik tombol OK . Tips Membagi Satu Kertas Menjadi Dua Halaman di Microsoft Word Anda bisa menggunakan cara membagi kertas t

Rumus Luas dan Keliling Trapesium

Cara Menghitung Luas Trapesium - Trapesium adalah bangun datar segi empat yang dibentuk dengan empat dua buah rusuk / sisi yang dua diantaranya saling sejajar tetapi tidak sama panjang. Trapesium hanya memiliki 1 simetri putar. Ada tiga jenis trapesium : trapesium sembarang, trapesium sama kaki dan trapesium siku-siku. Rumus Luas Trapesium adalah : Adapun untuk panjang keliling trapesium dihitung dengan menjumlahkan keempat rusuk/sisinya. Karena panjang sisi belum tentu sama maka cara terbaik adalah dengan menjumlahkan empat buah rusuk/sisi tersebut. Contoh Trapesium Sembarang ABCD Trapesium sembarang adalah trapesium dengan keempat rusuk/sisinya tidak sama panjang. Trapesium sembarang tidak memiliki simetri lipat. Luas Trapesium Sembarang ABCD = (BC + AD) x t / 2 Keliling Trapesium ABCD = AB + BC + CD + DA Contoh Trapesium Siku-siku PQRS Trapesium siku-siku adalah trapesium yang memiliki dua sudut siku-siku dan rusuk / sisi yang saling sejajar tegak lurus

Cara Menghitung Persentase Kenaikan

Rumus menghitung persentase kenaikan - Semua pengusaha bisnis pasti menginginkan usahanya semakin berkembang yang ditunjukkan dari waktu ke waktu dengan kenaikan, baik kenaikan omzet maupun keuntungan. Kenaikan tersebut selain dapat dilihat dari angka nominal yang biasanya di tunjukkan dalam rupiah atau unit, juga sering dihitung dengan menggunakan persen. Persentase kenaikan merupakan nilai persentase tambahan nilai terakhir dari nilai sebelumnya. Biasanya persentase kenaikan ini menjadi pembanding utama dalam usaha bisnis. Orang akan melihat berapa persen kenaikan omzet, berapa persen keuntungan, dan seterusnya. Untuk menghitung persentase kenaikan dapat menggunakan rumus sebagai berikut : Rumus : Persentase (%) = (akhir – awal) / awal x 100% dimana nilai akhir adalah nilai yang lebih besar dari nilai awal . jika nilai awal lebih rendah, maka yang harus anda hitung adalah persentase penurunan. Rumus menghitung Persentase Kenaikan