Langsung ke konten utama

Cara Menghitung Skala

Pengertian skala adalah ukuran yang dipakai untuk mengukur sesuatu, atau merupakan perbandingan antar kategori dimana masing-masing kategori diberi bobot nilai yang berbeda. Dalam kamus besar bahasa indonesia, definisi skala adalah garis atau titik tanda yang berderet-deret yang sama jarak antaranya, dipakai untuk mengukur, seperti pada termometer, gelas pengukur barang cair dan sebagainya. Skala juga dapat diartikan sebagai lajur yang dipakai untuk menentukan tingkatan atau banyaknya sesuatu (seperti pada peraturan gaji dan pada daftar bunga uang). Dan bagi orang awam, skala biasanya juga diartikan sebagai perbandingan ukuran besarnya gambar atau model dengan keadaan yang sebenarnya, misalnya peta dengan skala 1:100.000 (maksudnya 1 cm pada peta sama dengan 100.000 x 1 cm = 100.000 cm = 1000 m = 1 km pada keadaan sebenarnya);

Macam-macam Skala

Pemakaian skala sangat luas, berikut ini beberapa penggunaan skala dalam beberapa bidang kehidupan:
  • Suhu : skala derajat Celcius, derajat Kelvin, derajat Reamur, dsb.
  • Matematika : skala parameter, skala faktor
  • Geografi : skala peta
  • Sosial : skala sosial
  • Statistik : Skala nominal, skala ordinal, skala interval, skala ratio
  • Geologi : skala richter (gempa)
  • Ekonomi : skala penggajian
  • Sosial : skala ekivalensi (untuk mengukur kemiskinan), skala intelegensi W-B (Wechsler-Bellevue Intelligence Scale)

Cara Membuat Skala

Saat ingin menampilkan / visualisasi keadaan sebenarnya ke dalam ukuran atau gambar yang akan dicetak kita perlu memperhitungkan pada ukuran berapa skala perbandingan yang sebaiknya digunakan. Hal ini ditujukan agar gambar yang dicetak dapat menampilkan seluruh informasi yang kita butuhkan. Misalnya kita ingin menampilkan pulau jawa yang memiliki panjang sekitar 1.000 km dalam gambar dengan ukuran panjang 20 cm. Tentu kita harus menghitung skala yang tepat untuk gambar tersebut. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, skala peta merupakan perbandingan antara ukuran yang ada pada gambar dengan ukuran jarak yang sebenarnya. Misalnya 1:25.000, 1:50.000, 1:100.000 dan lain sebagainya. Maka skala yang harus kita buat minimal adalah 20 cm : 1.000 km, atau 20 : 100.000.000, atau 1 : 5.000.000 . Kenapa demikian? Tujuannya adalah agar panjang seluruh pulau jawa dapat masuk dalam gambar. Ingat juga bahwa 1 km = 1 x 1000 meter = 1 x 1000 x 100 cm = 100.000 cm. jadi 1000 km = 1.000 x 100.000 cm = 100.000.000 cm. Selanjutnya agar gambar pulau jawa tidak terlalu berdempet dengan batas sisi maka kita dapat memperbesar skala yang akan digunakan. Misalnya menjadi 1 : 6.000.000.000 atau bila perlu dibuat menjadi 1 : 10.000.000 ( 1 cm : 100 km). Dan bila perlu, dibuat juga skala bar yang menunjukkan skala yang digunakan. Yang harus diingat, saat membuat skala sebaiknya menggunakan angka yang mudah untuk dihitung seperti angka yang berbasis pada kelipatan 5 atau 10 atau lebih baik lagi bila tersedia dan mengikuti aturan khusus pembuatan skala, misalnya pada bidang statistik.

Cara Membaca Skala

Untuk membaca skala hal terpenting yang harus diketahui adalah skala perbandingan yang digunakan. Bila skala yang digunakan adalah 1 : 100 maka artinya bila kita memiliki 1 satuan maka itu akan sama dengan 100 di keadaan sebenarnya. Bila ada 2 satuan maka artinya 200 satuan pada keadaan sebenarnya, dan seterusnya. Jadi bila kita menemukan peta dengan skala 1 cm : 100 km maka itu artinya setiap 1 cm jarak yang ada pada peta sama artinya dengan jarak 100 km pada keadaan sebenarnya. Bila pada peta 3,5 cm maka jarak sebenarnya adalah 3,5 x 100 km = 350 km.
 

Tips Cara Menghitung Skala

Skala pada dasarnya adalah perbandingan (ratio). Tetapi harus diingat bahwa satuan yang membentuknya pun sangat penting. Misalkan berdasarkan hasil sensus penduduk diketahui perbandingan penduduk perempuan dan laki-laki pada suatu kota adalah 100 (perempuan) : 101,3 (laki-laki). Hal ini BUKAN berarti bahwa untuk setiap 100 penduduk perempuan akan ada 101,4 penduduk laki-laki. Kenapa? Karena tidak ada orang yang jumlahnya 0,4 ! Oleh karena itu harus diartikan bahwa untuk setiap 100 penduduk perempuan akan ada 102 penduduk laki-laki. Atau bila ingin lebih tepat lagi sebaiknya disebutkan : Untuk setiap 1000 penduduk perempuan akan terdapat 1014 penduduk laki-laki.

Komentar

Tidak ketemu? Coba cari..

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Persentase(%) Untung/Rugi

Cara mendapatkan persen keuntungan/kerugian - Kegunaan utama persentase adalah untuk membandingkan dua hal yang tidak sama persis. Pada artikel terdahulu saya telah menulis dasar-dasar bagaimana cara menghitung persentase. Kini kita akan lebih bahas lebih dalam lagi khususnya untuk menentukan persentase keuntungan dan kerugian dalam proses jual-beli barang. Ilustrasi timbangan untung Rugi     Untung atau Rugi? Sebelum membahas lebih jauh, anda harus tahu dahulu istilah untung dan rugi. Penjualan dikatakan untung bila Harga Barang yang dijual lebih besar dari modal yang kita keluarkan untuk membeli barang tersebut. Sedangkan penjualan dikatakan mengalami kerugian jika harga jual lebih kecil dari harga perolehan/pembelian barang.   Untung adalah Harga Penjualan > Harga Pembelian Untung = Harga Penjualan – Harga Pembelian Persentase Keuntungan = Untung / Harga Pembelian x 100%   Rugi adalah Harga Penjualan < Harga Pembelian Rugi = Harga Pembelian – Harga Penjualan Per

Rumus Luas Permukaan Balok

Cara Mencari Luas Permukaan Balok . - Balok adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibentuk oleh tiga pasang persegi panjang dengan setidaknya salah satu pasang diantaranya berbeda. Bila ketiga pasang sisi bangun ruang tersebut berbentuk persegi (bujur sangkar) yang sama dan sebangun maka disebut sebagai kubus. Balok memiliki 6 sisi, 12 rusuk dan 8 titik sudut. Untuk lebih jelas, lihat ilustrasi balok pada gambar di bawah ini. Ilustrasi Balok Pada gambar di atas p adalah panjang (rusuk) balok, l adalah lebar balok, dan t adalah tinggi balok. Bila pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang rumus volume balok, maka pada artikel ini kita akan membahas secara detail atau rinci mengenai bagaimana cara menghitung luas permukaan/selimut balok termasuk mmenghitung luas alas balok berdasarkan luas selimut balok.   RUMUS LUAS BALOK Dengan menganggap p adalah panjang dari balok, l adalah lebar balok, dan t adalah tinggi balok seperti yang dapat dili

Cara Membagi Satu Kertas Menjadi Dua Halaman di Microsoft Word

Kadang kita ingin membuat sebuah kertas baik itu A4, Folio/F4 atau yang lainnya, bisa menjadi dua halaman. Hal tersebut kita lakukan agar hasil pencetakan (print) menjadi lebih kecil dan praktis untuk dibawa-bawa. Kita bisa mencetak 2 buah halaman A4 dalam satu lembar kertas A4 , tetapi pada kertas hasil cetak ukuran font yang dicetak tentu akan menjadi lebih kecil dari yang kita gunakan. Untuk menjaga agar ukuran font tetap dan hasil cetak tetap bisa dua halaman dalam satu kertas, maka anda bisa mengaturnya di Microsoft Word dengan menggunakan langkah berikut. Klik menu ribbon Page Layout , Kemudian klik tombol untuk memunculkan Dialog Page Setup Selanjutnya pada dialog Page Setup tersebut pilih tab Margin Kemudian pada bagian Orientation pilih Landscape Pada bagian Pages , isikan nilai Multiple pages dengan 2 pages per sheet Kemudian klik tombol OK . Tips Membagi Satu Kertas Menjadi Dua Halaman di Microsoft Word Anda bisa menggunakan cara membagi kertas t

Rumus Luas dan Keliling Trapesium

Cara Menghitung Luas Trapesium - Trapesium adalah bangun datar segi empat yang dibentuk dengan empat dua buah rusuk / sisi yang dua diantaranya saling sejajar tetapi tidak sama panjang. Trapesium hanya memiliki 1 simetri putar. Ada tiga jenis trapesium : trapesium sembarang, trapesium sama kaki dan trapesium siku-siku. Rumus Luas Trapesium adalah : Adapun untuk panjang keliling trapesium dihitung dengan menjumlahkan keempat rusuk/sisinya. Karena panjang sisi belum tentu sama maka cara terbaik adalah dengan menjumlahkan empat buah rusuk/sisi tersebut. Contoh Trapesium Sembarang ABCD Trapesium sembarang adalah trapesium dengan keempat rusuk/sisinya tidak sama panjang. Trapesium sembarang tidak memiliki simetri lipat. Luas Trapesium Sembarang ABCD = (BC + AD) x t / 2 Keliling Trapesium ABCD = AB + BC + CD + DA Contoh Trapesium Siku-siku PQRS Trapesium siku-siku adalah trapesium yang memiliki dua sudut siku-siku dan rusuk / sisi yang saling sejajar tegak lurus

Cara Menghitung Persentase Kenaikan

Rumus menghitung persentase kenaikan - Semua pengusaha bisnis pasti menginginkan usahanya semakin berkembang yang ditunjukkan dari waktu ke waktu dengan kenaikan, baik kenaikan omzet maupun keuntungan. Kenaikan tersebut selain dapat dilihat dari angka nominal yang biasanya di tunjukkan dalam rupiah atau unit, juga sering dihitung dengan menggunakan persen. Persentase kenaikan merupakan nilai persentase tambahan nilai terakhir dari nilai sebelumnya. Biasanya persentase kenaikan ini menjadi pembanding utama dalam usaha bisnis. Orang akan melihat berapa persen kenaikan omzet, berapa persen keuntungan, dan seterusnya. Untuk menghitung persentase kenaikan dapat menggunakan rumus sebagai berikut : Rumus : Persentase (%) = (akhir – awal) / awal x 100% dimana nilai akhir adalah nilai yang lebih besar dari nilai awal . jika nilai awal lebih rendah, maka yang harus anda hitung adalah persentase penurunan. Rumus menghitung Persentase Kenaikan