Langsung ke konten utama

Faktor Bilangan

Test Apa itu Faktor ? Pengertian dari faktor bilangan adalah bilangan-bilangan bulat yang dapat membagi habis bilangan itu. Kalau begitu, apa saja yang termasuk bilangan bulat ? Secara umum, bilangan bulat terdiri dari bilangan cacah (0, 1, 2, 3, ...) dan negatifnya (-1, -2, -3, ...) Kenapa tidak ada -0? Karena -0 adalah sama dengan 0 jadi tidak lagi dimasukkan secara terpisah (dua kali). Bilangan bulat dapat dituliskan tanpa komponen desimal atau pecahan. Misalnya kita cukup menuliskan 1 -(tidak perlu 1,0) , atau -2 (tidak perlu -2,0).

Kembali ke pokok pembahasan. Dari definisi diatas perhatikan bahwa faktor bilangan adalah bilangan-bilangan bulat yang dapat membagi habis bilangan itu. Artinya apa? Bahwa setiap bilangan faktor memiliki bilangan bulat tertentu sebagai pengalinya. Lebih jelasnya kita akan mulai dengan beberapa contoh soal faktor bilangan berikut ini.

Faktor dari 6

Berapakah Faktor Dari 6? Faktor dari 6 adalah 1, 2, 3 , 6 dan -1, -2, -3, -6 . Kenapa demikian? Lihat perkalian dibawah ini:

 

 Gambar: Faktor dari 6 (bilangan positif)

 

Kemudian kenapa -1, -2, -3 dan -6 adalah faktor dari 6 juga? Perhatikan bahwa perkalian dua buah bilangan negatif akan memiliki hasil sebuah bilangan positif.

 

 Gambar: Faktor dari 6 (bilangan negatif)

 

Perhatikan kedua gambar diatas penentuan faktor bilangan. Sebenarnya Kita cukup menghitung hingga setengah perkalian bilangan. Karena untuk selanjutnya kita bisa dapatkan dengan membalik kedua hasil temuan faktor. Lihat, 1 x6 = 6, demikian juga sebaliknya 6 x 1 = 6. Lalu ada 2x3 = 6, demikian juga sebaliknya, 3x2=6, dan seterusnya.

Selanjutnya, setelah mendapatkan bilangan faktor yang positif, kita coba hitung lagi untuk bilangan yang negatifnya. Dengan demikian faktor dari 6 adalah 1, 2, 3, 6, -1, -2, -3, -6 (ada 8 faktor) .

 

Faktor dari 16

Bilangan apa saja yang merupakan faktor dari 16? Faktor dari 16 adalah 1, 2, 4, 8, 16, -1, -2, -4, -8, -16 (ada 10 faktor).

 

 Gambar: Faktor dari 16

 

Coba sekarang giliran anda mengerjakan beberapa contoh soal faktor bilangan berikut ini...

 

 

Faktor dari 18

Bilangan berapa sajakah Faktor Dari 18?

Jawab:

Lihat Jawaban

 

Faktor dari 20

Bilangan apa saja yang merupakan faktor dari 20?

Jawab:

Lihat Jawaban

 

Faktor dari 24

Bilangan berapa sajakah Faktor dari 24?

Jawab:

Lihat Jawaban

 

Faktor dari 30

Sebutkan bilangan-bilangan yang merupakan Faktor Dari 30?

Jawab:

Lihat Jawaban

 

Faktor dari 54

Bilangan berapa sajakah faktor dari 54?

Jawab:

Lihat Jawaban

 

Faktor dari 60

Sebutkan Bilangan-bilangan yang merupakan Faktor Dari 60?

Jawab:

Lihat Jawaban

 
 

Tips Mencari Faktor Bilangan

  • Untuk mahir mendapatkan faktor bilangan perlu latihan yang tekun
  • Untuk faktor bilangan yang sederhana kita masih bisa memanfaatkan hapalan kita khususnya untuk perkalian 1 sampai 10
  • Untuk bahasan lebih lanjut lihat juga faktor prima dan faktorisasi prima

Komentar

Tidak ketemu? Coba cari..

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Persentase(%) Untung/Rugi

Cara mendapatkan persen keuntungan/kerugian - Kegunaan utama persentase adalah untuk membandingkan dua hal yang tidak sama persis. Pada artikel terdahulu saya telah menulis dasar-dasar bagaimana cara menghitung persentase. Kini kita akan lebih bahas lebih dalam lagi khususnya untuk menentukan persentase keuntungan dan kerugian dalam proses jual-beli barang. Ilustrasi timbangan untung Rugi     Untung atau Rugi? Sebelum membahas lebih jauh, anda harus tahu dahulu istilah untung dan rugi. Penjualan dikatakan untung bila Harga Barang yang dijual lebih besar dari modal yang kita keluarkan untuk membeli barang tersebut. Sedangkan penjualan dikatakan mengalami kerugian jika harga jual lebih kecil dari harga perolehan/pembelian barang.   Untung adalah Harga Penjualan > Harga Pembelian Untung = Harga Penjualan – Harga Pembelian Persentase Keuntungan = Untung / Harga Pembelian x 100%   Rugi adalah Harga Penjualan < Harga Pembelian Rugi = Harga Pembelian – Harga Penjualan Per

Rumus Luas Permukaan Balok

Cara Mencari Luas Permukaan Balok . - Balok adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibentuk oleh tiga pasang persegi panjang dengan setidaknya salah satu pasang diantaranya berbeda. Bila ketiga pasang sisi bangun ruang tersebut berbentuk persegi (bujur sangkar) yang sama dan sebangun maka disebut sebagai kubus. Balok memiliki 6 sisi, 12 rusuk dan 8 titik sudut. Untuk lebih jelas, lihat ilustrasi balok pada gambar di bawah ini. Ilustrasi Balok Pada gambar di atas p adalah panjang (rusuk) balok, l adalah lebar balok, dan t adalah tinggi balok. Bila pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang rumus volume balok, maka pada artikel ini kita akan membahas secara detail atau rinci mengenai bagaimana cara menghitung luas permukaan/selimut balok termasuk mmenghitung luas alas balok berdasarkan luas selimut balok.   RUMUS LUAS BALOK Dengan menganggap p adalah panjang dari balok, l adalah lebar balok, dan t adalah tinggi balok seperti yang dapat dili

Cara Membagi Satu Kertas Menjadi Dua Halaman di Microsoft Word

Kadang kita ingin membuat sebuah kertas baik itu A4, Folio/F4 atau yang lainnya, bisa menjadi dua halaman. Hal tersebut kita lakukan agar hasil pencetakan (print) menjadi lebih kecil dan praktis untuk dibawa-bawa. Kita bisa mencetak 2 buah halaman A4 dalam satu lembar kertas A4 , tetapi pada kertas hasil cetak ukuran font yang dicetak tentu akan menjadi lebih kecil dari yang kita gunakan. Untuk menjaga agar ukuran font tetap dan hasil cetak tetap bisa dua halaman dalam satu kertas, maka anda bisa mengaturnya di Microsoft Word dengan menggunakan langkah berikut. Klik menu ribbon Page Layout , Kemudian klik tombol untuk memunculkan Dialog Page Setup Selanjutnya pada dialog Page Setup tersebut pilih tab Margin Kemudian pada bagian Orientation pilih Landscape Pada bagian Pages , isikan nilai Multiple pages dengan 2 pages per sheet Kemudian klik tombol OK . Tips Membagi Satu Kertas Menjadi Dua Halaman di Microsoft Word Anda bisa menggunakan cara membagi kertas t

Rumus Luas dan Keliling Trapesium

Cara Menghitung Luas Trapesium - Trapesium adalah bangun datar segi empat yang dibentuk dengan empat dua buah rusuk / sisi yang dua diantaranya saling sejajar tetapi tidak sama panjang. Trapesium hanya memiliki 1 simetri putar. Ada tiga jenis trapesium : trapesium sembarang, trapesium sama kaki dan trapesium siku-siku. Rumus Luas Trapesium adalah : Adapun untuk panjang keliling trapesium dihitung dengan menjumlahkan keempat rusuk/sisinya. Karena panjang sisi belum tentu sama maka cara terbaik adalah dengan menjumlahkan empat buah rusuk/sisi tersebut. Contoh Trapesium Sembarang ABCD Trapesium sembarang adalah trapesium dengan keempat rusuk/sisinya tidak sama panjang. Trapesium sembarang tidak memiliki simetri lipat. Luas Trapesium Sembarang ABCD = (BC + AD) x t / 2 Keliling Trapesium ABCD = AB + BC + CD + DA Contoh Trapesium Siku-siku PQRS Trapesium siku-siku adalah trapesium yang memiliki dua sudut siku-siku dan rusuk / sisi yang saling sejajar tegak lurus

Cara Menghitung Persentase Kenaikan

Rumus menghitung persentase kenaikan - Semua pengusaha bisnis pasti menginginkan usahanya semakin berkembang yang ditunjukkan dari waktu ke waktu dengan kenaikan, baik kenaikan omzet maupun keuntungan. Kenaikan tersebut selain dapat dilihat dari angka nominal yang biasanya di tunjukkan dalam rupiah atau unit, juga sering dihitung dengan menggunakan persen. Persentase kenaikan merupakan nilai persentase tambahan nilai terakhir dari nilai sebelumnya. Biasanya persentase kenaikan ini menjadi pembanding utama dalam usaha bisnis. Orang akan melihat berapa persen kenaikan omzet, berapa persen keuntungan, dan seterusnya. Untuk menghitung persentase kenaikan dapat menggunakan rumus sebagai berikut : Rumus : Persentase (%) = (akhir – awal) / awal x 100% dimana nilai akhir adalah nilai yang lebih besar dari nilai awal . jika nilai awal lebih rendah, maka yang harus anda hitung adalah persentase penurunan. Rumus menghitung Persentase Kenaikan