Langsung ke konten utama

Cara Menghitung Persentase Kenaikan

Rumus menghitung persentase kenaikan - Semua pengusaha bisnis pasti menginginkan usahanya semakin berkembang yang ditunjukkan dari waktu ke waktu dengan kenaikan, baik kenaikan omzet maupun keuntungan. Kenaikan tersebut selain dapat dilihat dari angka nominal yang biasanya di tunjukkan dalam rupiah atau unit, juga sering dihitung dengan menggunakan persen. Persentase kenaikan merupakan nilai persentase tambahan nilai terakhir dari nilai sebelumnya. Biasanya persentase kenaikan ini menjadi pembanding utama dalam usaha bisnis. Orang akan melihat berapa persen kenaikan omzet, berapa persen keuntungan, dan seterusnya.

Untuk menghitung persentase kenaikan dapat menggunakan rumus sebagai berikut : Rumus : Persentase (%) = (akhir – awal) / awal x 100%
dimana nilai akhir adalah nilai yang lebih besar dari nilai awal .
jika nilai awal lebih rendah, maka yang harus anda hitung adalah persentase penurunan.

Contoh Soal Menghitung Persentase

Cobalah beberapa soal berikut ini untuk latihan.

 

Contoh soal dan jawaban 1 :

Devi memiliki toko handphone. Penjualan handphone pada bulan Februari sebesar Rp 20.000.000,- sedangkan pada bulan Maret mengalami kenaikan menjadi Rp 23.000.000,- . Hitung berapa persentase kenaikan omzet penjualan handphone Devi tersebut?
Jawab :
Diketahui:
awal = omzet bulan Februari = Rp 20.000.000,-
akhir = omzet bulan Maret = Rp 23.000.000,-
Persentase (%) = (akhir-awal) / awal x 100%
Persentase = (23.000.000 – 20.000.000) / 20.000.000 x 100% = 3.000.000 / 20.000.000 x 100% = 3 / 20 x 100% = 0,15 x 100% = 15%. .

 

Contoh soal dan jawaban 2 :

Dian menjadi sales dengan penjualan terbanyak di perusahaannya. Tahun ini Dian menjual 49 unit mobil. Tahun lalu Dian menjual sebanyak 40 mobil. Berapa persentase kenaikan jumlah unit mobil yang dijual oleh Dian tersebut?

Jawab :
akhir = penjualan mobil tahun ini = 49 unit.
awal = penjualan tahun lalu = 40 unit.
Persentase (%) = (akhir-awal) / awal x 100%
Persentase (%) = (49 – 40) / 40 x 100% = 9 / 40 x 100% = 0,225 x 100% = 22,5%. .

 
 

Tips Menghitung Persentase Kenaikan

Ingat, bahwa untuk rumus menghitung persentase kenaikan adalah Rumus : Persentase (%) = (akhir – awal) / awal x 100% .
jika nilai akhir lebih rendah daripada nilai awal , maka yang harus anda hitung adalah persentase penurunan.

Komentar

  1. Selamat siang, saya mau tanya, jika nilai awalnya nol (0) dan ada kenaikan nilai (misalnya : 10) bagaimana menghitung persentase kenaikannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika awalnya mulai dari nol (0), berapapun kenaikannya hasil nya 100%

      Hapus
    2. untuk rumusnya gmn bos?

      Hapus
  2. Sorry, itu maksudnya (Akhir-Awal) bukan (Awal-Akhir)

    BalasHapus
  3. Ini maksudnya gimana kok awal jadi akhir,akhir jadi awal

    BalasHapus
  4. Makasih gan sangat bermanfaat

    BalasHapus
  5. tanya.
    Jika sy jual produk A dgn hrg 100rb dan untung 5%
    lalu produk B , untung 2%

    apakah secara total sy untung 7%?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hasil persentase tidak bisa ditambahkan kak, sama seperti diskon 50% + 20% tidak sama dengan 70%, artinya nilai awal harus dikali 50% dulu baru hasilnya dapat dikalikan dengan 20%, kalau dalam kasus anda produk A harus ditambahkan dengan produk B dulu, kemudian hitung keuntungannya dan persentase kenaikannya

      Hapus
  6. Harga lama 100.000, harga baru 150.000 kok dihitung persentase nya jadi 50%?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya benar kak, Dari harga 100.000 menjadi 150.000 itu terjadi kenaikan harga sebesar 50%.

      Hapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Jika diketahui omzet tahun ini sebesar 15.000.000, dimana kenaikan omzet ini sebesar 15% dari tahun sebelumnya, berapakah omzet tahun sebelumnya?

    BalasHapus
  9. Klo ngitung bonus gaji gmna, klo gaji 5.500.000 bonus tahunan 75% jadi brpa bonusnya ya?

    BalasHapus
  10. cara menghitung dengan kenaikan 2% bagiamNa?

    BalasHapus
  11. Kalo 0,0042700391% penulisannya jadi berapa ya? Apa 0,004%?

    BalasHapus
  12. maaf jika laba bulan lalu kita minus -100000 kemudian laba bulan sekarang 120000 itu cara hitungnya seperti apa ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama.. yang tau jawabannya share dong.. pliiss

      Hapus
  13. jika motor dengan harga rp. 5.000.000,- dan 50 jenis biaya pengeluaran hidup bahan pokok yang tiap-tiap bahan pokok harganya rp. 1.000.000,- pada angka inflasi 2% di tahun 2018. hitung berapa jumlah total keseluruhan kenaikan harga di tahun 2020 pada angka inflasi 5%.

    BalasHapus

Posting Komentar

SPAM akan dihapus.

Tidak ketemu? Coba cari..

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Persentase(%) Untung/Rugi

Cara mendapatkan persen keuntungan/kerugian - Kegunaan utama persentase adalah untuk membandingkan dua hal yang tidak sama persis. Pada artikel terdahulu saya telah menulis dasar-dasar bagaimana cara menghitung persentase. Kini kita akan lebih bahas lebih dalam lagi khususnya untuk menentukan persentase keuntungan dan kerugian dalam proses jual-beli barang. Ilustrasi timbangan untung Rugi     Untung atau Rugi? Sebelum membahas lebih jauh, anda harus tahu dahulu istilah untung dan rugi. Penjualan dikatakan untung bila Harga Barang yang dijual lebih besar dari modal yang kita keluarkan untuk membeli barang tersebut. Sedangkan penjualan dikatakan mengalami kerugian jika harga jual lebih kecil dari harga perolehan/pembelian barang.   Untung adalah Harga Penjualan > Harga Pembelian Untung = Harga Penjualan – Harga Pembelian Persentase Keuntungan = Untung / Harga Pembelian x 100%   Rugi adalah Harga Penjualan < Harga Pembelian Rugi = Harga Pembelian – Harga Penjualan Per

Rumus Luas Permukaan Balok

Cara Mencari Luas Permukaan Balok . - Balok adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibentuk oleh tiga pasang persegi panjang dengan setidaknya salah satu pasang diantaranya berbeda. Bila ketiga pasang sisi bangun ruang tersebut berbentuk persegi (bujur sangkar) yang sama dan sebangun maka disebut sebagai kubus. Balok memiliki 6 sisi, 12 rusuk dan 8 titik sudut. Untuk lebih jelas, lihat ilustrasi balok pada gambar di bawah ini. Ilustrasi Balok Pada gambar di atas p adalah panjang (rusuk) balok, l adalah lebar balok, dan t adalah tinggi balok. Bila pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang rumus volume balok, maka pada artikel ini kita akan membahas secara detail atau rinci mengenai bagaimana cara menghitung luas permukaan/selimut balok termasuk mmenghitung luas alas balok berdasarkan luas selimut balok.   RUMUS LUAS BALOK Dengan menganggap p adalah panjang dari balok, l adalah lebar balok, dan t adalah tinggi balok seperti yang dapat dili

Cara Membagi Satu Kertas Menjadi Dua Halaman di Microsoft Word

Kadang kita ingin membuat sebuah kertas baik itu A4, Folio/F4 atau yang lainnya, bisa menjadi dua halaman. Hal tersebut kita lakukan agar hasil pencetakan (print) menjadi lebih kecil dan praktis untuk dibawa-bawa. Kita bisa mencetak 2 buah halaman A4 dalam satu lembar kertas A4 , tetapi pada kertas hasil cetak ukuran font yang dicetak tentu akan menjadi lebih kecil dari yang kita gunakan. Untuk menjaga agar ukuran font tetap dan hasil cetak tetap bisa dua halaman dalam satu kertas, maka anda bisa mengaturnya di Microsoft Word dengan menggunakan langkah berikut. Klik menu ribbon Page Layout , Kemudian klik tombol untuk memunculkan Dialog Page Setup Selanjutnya pada dialog Page Setup tersebut pilih tab Margin Kemudian pada bagian Orientation pilih Landscape Pada bagian Pages , isikan nilai Multiple pages dengan 2 pages per sheet Kemudian klik tombol OK . Tips Membagi Satu Kertas Menjadi Dua Halaman di Microsoft Word Anda bisa menggunakan cara membagi kertas t

Rumus Luas dan Keliling Trapesium

Cara Menghitung Luas Trapesium - Trapesium adalah bangun datar segi empat yang dibentuk dengan empat dua buah rusuk / sisi yang dua diantaranya saling sejajar tetapi tidak sama panjang. Trapesium hanya memiliki 1 simetri putar. Ada tiga jenis trapesium : trapesium sembarang, trapesium sama kaki dan trapesium siku-siku. Rumus Luas Trapesium adalah : Adapun untuk panjang keliling trapesium dihitung dengan menjumlahkan keempat rusuk/sisinya. Karena panjang sisi belum tentu sama maka cara terbaik adalah dengan menjumlahkan empat buah rusuk/sisi tersebut. Contoh Trapesium Sembarang ABCD Trapesium sembarang adalah trapesium dengan keempat rusuk/sisinya tidak sama panjang. Trapesium sembarang tidak memiliki simetri lipat. Luas Trapesium Sembarang ABCD = (BC + AD) x t / 2 Keliling Trapesium ABCD = AB + BC + CD + DA Contoh Trapesium Siku-siku PQRS Trapesium siku-siku adalah trapesium yang memiliki dua sudut siku-siku dan rusuk / sisi yang saling sejajar tegak lurus