Langsung ke konten utama

Cara Menghitung Bunga Tunggal (Rupiah, Waktu, Persen, Modal)

Saat kita menabung atau meminjam dari Bank atau koperasi, kita akan dikenakan uang jasa atau yang lebih sering dikenal dengan Bunga. Dari berbagai jenis perhitungan bunga yang ada, bunga Tunggal merupakan jenis perhitungan bunga yang paling sederhana. Artikel ini akan membahas bunga tunggal dalam beberapa topik:
  1. Pengertian Bunga Tunggal
  2. Rumus Bunga Tunggal
  3. Contoh Soal dan Jawaban Menghitung Bunga Tunggal

 

Pengertian Bunga Tunggal

Ibu Dana menabung di Koperasi dengan perjanjian bahwa uang yang di tabung akan diberikan bunga tunggal sebesar 12% setiap tahun. Pertanyaannya, jika uang yang ditabung sebesar Rp 100.000.000 (seratus juta), berapakah uang ibu Dana setelah 6 tahun ? Mudahnya lihat tabel berikut.

Perhatikan tabel di atas. Bunga yang diperoleh ibu Dana per bulan sebesar = 12% x Rp 100.000.000,- = Rp 12.000.000,-. Jadi setelah 6 tahun di tabung maka uang ibu Dana akan mendapatkan uang jasa (Bunga rupiah) sebesar 6 x Rp 12.000.000,- = Rp 72.000.000,- sehingga uang ibu dana akan menjadi: Modal Awal + Bunga = Rp 100.000.000 + Rp 72.000.000 = Rp 172.000.000.

Bagaimana jika uang Ibu Dana diambil setelah 4 tahun? Jawabannya adalah Rp 148.000.000,- . Demikian seterusnya.
Jadi… dapat disimpulkan bahwa…
 

Definisi Bunga Tunggal

Bunga tunggal adalah perhitungan bunga yang hanya akan dikenakan untuk tabungan/pinjaman/modal awal sehingga besaran uang jasa yang akan diterima pada setiap periode akan selalu tetap(Sama) dan tidak mempengaruhi besaran modal.
Bunga tunggal juga sering dikenal dengan nama Bunga Sederhana .

Rumus Bunga Tunggal

Dari bahasan definisi Bunga tunggal diatas, jika P % adalah persentase bunga tunggal, M adalah modal awal (Rp), dan besarnya I atau uang jasa/Bunga (Rp) yang diperoleh setelah sekian t tahun, maka kita bisa menghitung Uang jasa / Bunga (Rp) yang didapat setelah sekian tahun dengan Rumus 1 :

Ingat, persentase adalah nilai per seratus. Jadi, jika bunga adalah 12% akan sama dengan 12/100 = 0,12.

Apabila ingin melihat contoh penggunaan rumus tersebut anda bisa langsung ke Contoh Soal dan Jawaban Menghitung Bunga Tunggal .
 
Selanjutnya dari rumus tersebut, kita bisa menurunkannya menjadi beberapa rumus sebagai berikut :

Contoh Soal dan Jawaban Menghitung Bunga Tunggal

Untuk memperjelas cara perhitungan bunga tunggal baik mencari Uang jasa/Bunga Rupiah, tenggat waktu, dan persentase bunga tunggal itu sendiri dapat dilihat pada beberapa contoh soal dan jawaban berikut :

Menghitung uang Jasa/Bunga Rupiah

Contoh Soal 1:
Mari kita coba dengan contoh soal yang ada di bagian awal artikel.
Ibu Dana menabung di Koperasi dengan perjanjian bahwa uang yang di tabung akan diberikan bunga tunggal sebesar 12% setiap tahun. Pertanyaannya, jika uang yang ditabung sebesar Rp 100.000.000 (seratus juta), berapakah uang jasa/besaran Bunga (Rp) tabungan ibu Dana setelah 3 tahun ?
Jawaban :
Diketahui :
Bunga tunggal 12 persen : P = 12
Uang yang ditabung Rp 100.000.000,- : M = 100.000.000
Lama simpanan 3 tahun : t = 3
Hitung :
Uang Jasa (Bunga Rupiah): I = ?
Jawab:


Jadi, uang jasa/ bunga (Rupiah) yang di dapat oleh ibu Dana setelah menabung selama 3 tahun adalah Rp 36.000.000,-

Perhatikan, pada langkah ketiga kita membagi pembilang dan penyebut dengan 100. Nilai 100 dibagi dengan 100, dan demikian juga dengan 100.000.000 di bagi dengan 100, sehingga kita akan dapat melakukan perhitungan dengan lebih mudah.

 

Contoh Soal 2:
Budi memiliki deposito di bank sebesar Rp 20.000.000 dengan bunga tunggal sebesar 6% per tahun. Berapakah rupiah kah bunga yang diterima budi setelah 2 tahun ?
Jawaban :
Diketahui :
Bunga tunggal 6% per tahun : P = 6
Uang yang di deposito Rp 20.000.000,- : M = 20.000.000
Lama simpanan 2 tahun : t = 2
Hitung :
Uang Jasa (Bunga Rupiah): I = ?
Jawab:


Jadi, uang jasa/ bunga (Rupiah) yang di dapat oleh budi setelah 2 tahun adalah sebesar Rp 2.400.000,-

Menghitung uang Jasa/Bunga Rupiah Per Bulan

Contoh Soal 3:
Dari contoh soal 1, Hitung berapa bunga yang diterima ibu Dana jika menabung di Koperasi tersebut selama 6 bulan ?
Jawaban :
Diketahui :
Bunga tunggal 12 persen : P = 12
Uang yang ditabung Rp 100.000.000,- : M = 100.000.000
Lama simpanan 6 bulan : b = 6
Hitung :
Uang Jasa (Bunga Rupiah): I = ?
Jawab:
Untuk menghitung uang jasa/bunga Rupiah kita bisa gunakan Rumus 2 .


Jadi, uang jasa/bunga (Rupiah) yang di dapat oleh ibu Dana setelah menabung selama 6 bulan adalah Rp 6.000.000,-

 

Contoh Soal 4:
Dani memiliki tabungan sebesar Rp 5.000.000,- dengan bunga tunggal sebesar 3% per bulan. berapa rupiah bunga yang diterima Dani setelah 4 bulan?
Jawaban :
Diketahui :
Bunga tunggal sebesar 3% per bulan : P = 3
Uang yang di tabung Rp 5.000.000,- : M = 5.000.000
Lama simpanan 4 bulan : b = 4
Hitung :
Uang Jasa (Bunga Rupiah): I = ?
Jawab:


Jadi, uang jasa/ bunga (Rupiah) yang di dapat oleh Dani setelah 4 bulan adalah sebesar Rp 50.000,-

Menghitung uang Jasa/Bunga Rupiah Per Hari

Contoh Soal 5:
Dari contoh soal 1, jika bunga dapat diberikan secara harian, hitung berapa bunga yang diterima ibu Dana jika menabung di Koperasi tersebut selama 20 hari ?
Jawaban :
Diketahui :
Bunga tunggal 12 persen : P = 12
Uang yang ditabung Rp 100.000.000,- : M = 100.000.000
Lama simpanan 20 hari : h = 20
Hitung :
Uang Jasa (Bunga Rupiah): I = ?
Jawab:
Untuk menghitung uang jasa/bunga Rupiah kita bisa gunakan Rumus 3 .


Jadi, uang jasa/bunga (Rupiah) yang di dapat oleh ibu Dana setelah menabung selama 20 hari adalah Rp 657.534,25

 

Contoh Soal 6:
Tuti memiliki tabungan Rp 73.000.000,- dengan bunga tunggal sebesar 4% per tahun. Hitung berapa rupiah bunga yang diterima tuti setelah 20 hari ?
Jawaban :
Diketahui :
Bunga tunggal 4% per tahun : P = 4
Uang tabungan Rp 73.000.000,- : M = 73.000.000
Lama simpanan 20 hari : h = 20
Hitung :
Uang Jasa (Bunga Rupiah): I = ?
Jawab:


Jadi, uang jasa/ bunga (Rupiah) yang di dapat oleh budi setelah 20 hari adalah sebesar Rp 1.600.000,-

Mencari Waktu Yang Dibutuhkan Untuk Mencapai Bunga Tertentu

Contoh Soal 7:
Dari contoh soal 1, jika bank hanya memberikan bunga setiap akhir tahun, hitung berapa tahun jika ibu Dana ingin mendapatkan Uang Jasa/ Bunga (Rupiah) minimal sebesar modal yang disimpan?
Jawaban :
Diketahui :
Bunga tunggal 12 persen : P = 12
Uang yang ditabung Rp 100.000.000,- : M = 100.000.000
Bunga minimal Rp 100.000.000 : I = 100.000.000
Hitung :
waktu (tahun) yang dibutuhkan : t = ?
Jawab:
Untuk menghitung uang jasa/bunga Rupiah kita bisa gunakan Rumus 4 .


Karena pihak bank hanya memberikan bunga tahunan maka Ibu Dina harus menabung minimal 9 tahun pada bank tersebut untuk mendapatkan Bunga (minimal) sebesar dengan modal yang ditabung.

Contoh Soal 8:
Shinta memiliki tabungan Rp 24.000.000,- dengan bunga tunggal 5% per tahun.Berapa tahun Shinta harus menabung jika ingin mendapatkan bunga sebesar Rp 6.000.000?
Jawaban :
Diketahui :
Bunga tunggal 6 persen : P = 6
Uang yang ditabung Rp 24.000.000,- : M = 24.000.000
Bunga yang dinginkan Rp 6.000.000 : I = 6.000.000
Hitung :
waktu (tahun) yang dibutuhkan : t = ?
Jawab:
seperti pada soal 7, untuk menghitung uang jasa/bunga Rupiah kita bisa gunakan Rumus 4 .


Jadi, buntuk mendapatkan uang jasa/bunga (rupiah) sebesar Rp 6.000.000,- maka budi harus menabung selama 5 tahun.

 

Mencari Persentase Bunga Tunggal

Contoh Soal 7:
Dari contoh soal 1, jika ibu Dana ingin mendapatkan Uang jasa / Bunga Rupiah sebesar Rp 50.000.000,- dalam 3 tahun maka berapa persen bunga per tahun tahun yang dibutuhkan?
Jawaban :
Diketahui :
Waktu (tahun) yang dibutuhkan 3 tahun : t = 3
Uang yang ditabung Rp 100.000.000,- : M = 100.000.000
Uang Jasa / Bunga (Rupiah) yang diinginkan Rp 50.000.000 : I = 50.000.000
Hitung :
Persentase Bunga tunggal yang dibutuhkan: P = ?
Jawab:
Untuk Mencari Persentase bunga tunggal yang dibutuhkan kita bisa menggunakan Rumus 5 .


Jadi untuk mendapatkan bunga sebesar Rp 50.000.000,- dalam waktu 3 tahun maka Ibu Dana harus mencari bank/koperasi yang memberikan bunga tunggal minimal sebesar 16,67%.

Contoh Soal 10:
Putri memiliki tabungan sebesar Rp 30.000.000. Jika putri ingin dalam waktu 4 tahun mendapatkan uang jasa / bunga rupiah sebesar Rp 3.000.000,- maka putri harus mencari koperasi/bank yang menawarkan bunga tunggal minimal berapa persen?
Jawaban :
Diketahui :
Uang yang ditabung Rp 30.000.000,- : M = 30.000.000
Bunga yang dinginkan Rp 3.000.000 : I = 3.000.000
waktu (tahun) yang dibutuhkan 4 tahun : t = 4
Hitung :
Bunga tunggal 6persen : P = ?
Jawab:
seperti pada soal sebelumnya, untuk menghitung uang jasa/bunga Rupiah kita bisa gunakan Rumus 5 .


Jadi, buntuk mendapatkan uang jasa/bunga (rupiah) sebesar Rp 3.000.000,- dalam waktu 4 tahun maka Putri harus mencari koperasi/bank dengan bunga tunggal minimal sebesar 2,5 % per tahun.

 
 

Tips Menghitung Persentase

Untuk mendapatkan modal, anda bisa melakukannya dengan rumus 6 dengan cara seperti yang ada pada contoh 9 atau 10. :)

Terkadang untuk mempermudah dan mempercepat perhitungan anda bisa melakukan penyederhanaan pecahan (penyebut dan pembilang). Meskipun demikian, jangan terjebak bahwa hal tersebut harus dilakukan bahwa pecahan harus sesederhana mungkin. Terkadang, kita akan lebih mudah menyelesaikan dengan mengalikan pecahan 100/8 daripada dengan mengalikan 25/2.

Komentar

  1. Mantaps nambah pengetahuan tentang bunga bank walaupun tabungan saya ...

    BalasHapus
  2. This strategy takes advantage from the 52-week schedule within the calendar. canada mortgage calculator This signifies that borrowers can improve their regular payment, often by approximately double. mortgage payment calculator canada

    BalasHapus

Posting Komentar

SPAM akan dihapus.

Tidak ketemu? Coba cari..

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Persentase(%) Untung/Rugi

Cara mendapatkan persen keuntungan/kerugian - Kegunaan utama persentase adalah untuk membandingkan dua hal yang tidak sama persis. Pada artikel terdahulu saya telah menulis dasar-dasar bagaimana cara menghitung persentase. Kini kita akan lebih bahas lebih dalam lagi khususnya untuk menentukan persentase keuntungan dan kerugian dalam proses jual-beli barang. Ilustrasi timbangan untung Rugi     Untung atau Rugi? Sebelum membahas lebih jauh, anda harus tahu dahulu istilah untung dan rugi. Penjualan dikatakan untung bila Harga Barang yang dijual lebih besar dari modal yang kita keluarkan untuk membeli barang tersebut. Sedangkan penjualan dikatakan mengalami kerugian jika harga jual lebih kecil dari harga perolehan/pembelian barang.   Untung adalah Harga Penjualan > Harga Pembelian Untung = Harga Penjualan – Harga Pembelian Persentase Keuntungan = Untung / Harga Pembelian x 100%   Rugi adalah Harga Penjualan < Harga Pembelian Rugi = Harga Pembelian – Harga Penjualan Per

Rumus Luas Permukaan Balok

Cara Mencari Luas Permukaan Balok . - Balok adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibentuk oleh tiga pasang persegi panjang dengan setidaknya salah satu pasang diantaranya berbeda. Bila ketiga pasang sisi bangun ruang tersebut berbentuk persegi (bujur sangkar) yang sama dan sebangun maka disebut sebagai kubus. Balok memiliki 6 sisi, 12 rusuk dan 8 titik sudut. Untuk lebih jelas, lihat ilustrasi balok pada gambar di bawah ini. Ilustrasi Balok Pada gambar di atas p adalah panjang (rusuk) balok, l adalah lebar balok, dan t adalah tinggi balok. Bila pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang rumus volume balok, maka pada artikel ini kita akan membahas secara detail atau rinci mengenai bagaimana cara menghitung luas permukaan/selimut balok termasuk mmenghitung luas alas balok berdasarkan luas selimut balok.   RUMUS LUAS BALOK Dengan menganggap p adalah panjang dari balok, l adalah lebar balok, dan t adalah tinggi balok seperti yang dapat dili

Cara Membagi Satu Kertas Menjadi Dua Halaman di Microsoft Word

Kadang kita ingin membuat sebuah kertas baik itu A4, Folio/F4 atau yang lainnya, bisa menjadi dua halaman. Hal tersebut kita lakukan agar hasil pencetakan (print) menjadi lebih kecil dan praktis untuk dibawa-bawa. Kita bisa mencetak 2 buah halaman A4 dalam satu lembar kertas A4 , tetapi pada kertas hasil cetak ukuran font yang dicetak tentu akan menjadi lebih kecil dari yang kita gunakan. Untuk menjaga agar ukuran font tetap dan hasil cetak tetap bisa dua halaman dalam satu kertas, maka anda bisa mengaturnya di Microsoft Word dengan menggunakan langkah berikut. Klik menu ribbon Page Layout , Kemudian klik tombol untuk memunculkan Dialog Page Setup Selanjutnya pada dialog Page Setup tersebut pilih tab Margin Kemudian pada bagian Orientation pilih Landscape Pada bagian Pages , isikan nilai Multiple pages dengan 2 pages per sheet Kemudian klik tombol OK . Tips Membagi Satu Kertas Menjadi Dua Halaman di Microsoft Word Anda bisa menggunakan cara membagi kertas t

Rumus Luas dan Keliling Trapesium

Cara Menghitung Luas Trapesium - Trapesium adalah bangun datar segi empat yang dibentuk dengan empat dua buah rusuk / sisi yang dua diantaranya saling sejajar tetapi tidak sama panjang. Trapesium hanya memiliki 1 simetri putar. Ada tiga jenis trapesium : trapesium sembarang, trapesium sama kaki dan trapesium siku-siku. Rumus Luas Trapesium adalah : Adapun untuk panjang keliling trapesium dihitung dengan menjumlahkan keempat rusuk/sisinya. Karena panjang sisi belum tentu sama maka cara terbaik adalah dengan menjumlahkan empat buah rusuk/sisi tersebut. Contoh Trapesium Sembarang ABCD Trapesium sembarang adalah trapesium dengan keempat rusuk/sisinya tidak sama panjang. Trapesium sembarang tidak memiliki simetri lipat. Luas Trapesium Sembarang ABCD = (BC + AD) x t / 2 Keliling Trapesium ABCD = AB + BC + CD + DA Contoh Trapesium Siku-siku PQRS Trapesium siku-siku adalah trapesium yang memiliki dua sudut siku-siku dan rusuk / sisi yang saling sejajar tegak lurus

Cara Menghitung Persentase Kenaikan

Rumus menghitung persentase kenaikan - Semua pengusaha bisnis pasti menginginkan usahanya semakin berkembang yang ditunjukkan dari waktu ke waktu dengan kenaikan, baik kenaikan omzet maupun keuntungan. Kenaikan tersebut selain dapat dilihat dari angka nominal yang biasanya di tunjukkan dalam rupiah atau unit, juga sering dihitung dengan menggunakan persen. Persentase kenaikan merupakan nilai persentase tambahan nilai terakhir dari nilai sebelumnya. Biasanya persentase kenaikan ini menjadi pembanding utama dalam usaha bisnis. Orang akan melihat berapa persen kenaikan omzet, berapa persen keuntungan, dan seterusnya. Untuk menghitung persentase kenaikan dapat menggunakan rumus sebagai berikut : Rumus : Persentase (%) = (akhir – awal) / awal x 100% dimana nilai akhir adalah nilai yang lebih besar dari nilai awal . jika nilai awal lebih rendah, maka yang harus anda hitung adalah persentase penurunan. Rumus menghitung Persentase Kenaikan