Langsung ke konten utama

Cara Menghitung Skala Peta, Luas Dan Jarak Sebenarnya

Skala adalah ukuran yang dipakai untuk mengukur perbandingan ukuran sesuatu gambar atau model dengan ukuran sebenarnya. Pembahasan mengenai skala pada artikel ini terbagi atas:
  1. Pengertian Skala
  2. Skala Angka pada Peta
  3. Skala Batang pada Peta

Pengertian Skala

Definisi skala peta adalah jarak atau ukuran sebenarnya (yang asli) dianggap sama dalam suatu ukuran pembanding yang biasanya lebih kecil. Skala biasanya berupa angka perbandingan atau juga dapat berupa garis atau titik tanda yang berderet-deret yang sama jarak antaranya. Salah satu penggunaan skala yang paling penting dan paling sering adalah skala dalam gambar peta. Dengan menggunakan skala angka pengukuran jarak atau panjang yang ada di dalam peta akan dapat diperoleh dengan lebih presisi/tepat sesuai dengan ukuran skala. Ada dua jenis skala yang biasanya digunakan pada peta, yakni skala Angka dan/atau skala batang.

Skala Angka pada Peta.

Skala Angka sangat sering digunakan sebagai acuan pada peta, misalnya skala angka 1 : 100.000 . Apa artinya? Artinya setiap jarak 1 cm dalam peta adalah setara atau sama dengan 100.000 cm ( = 1.000 meter = 1 km) di keadaan sebenarnya atau aslinya di lapangan. Bagaimana kalau 1 : 5000 ? artinya setiap jarak 1 cm pada peta setara dengan 5000 cm ( = 50 meter) pada ukuran sebenarnya di lapangan. Jadi, semakin kecil nilai skala yang digunakan maka akan semakin presisi jarak/panjang yang digambarkan dalam peta (5.000 lebih presisi daripada 100.000), atau dengan kata lain, semakin besar nilai perbandingannya maka semakin presisi jaraknya ( 1/5.000 lebih besar dari pada 1/100.000).

Menghitung Jarak Sebenarnya Pada Peta

Pada umumnya kita melihat peta pada selembar kertas atau buku. Kita bisa mengukur jarak yang ada pada peta dengan menggunakan penggaris atau mistar lalu menghitungnya dengan angka skala untuk mengetahui jarak sebenarnya yang ada di lapangan atau dunia nyata. Untuk menghitung jarak sebenarnya kita bisa menggunakan rumus :
 
Jarak sebenarnya = panjang pada peta x skala
 

Contoh 1 menghitung jarak sebenarnya :

Rusdi mengukur jarak titik A dan B adalah 2 cm pada sebuah peta dengan skala 1:100.000. Berapakah jarak sebenarnya ?

Diketahui :

skala peta = 1 : 100.000

jarak pada peta = 2 cm

Jarak sebenarnya = panjang pada peta x skala

                    = 2 x 100.000

                    = 200.000 cm = 2.000 m = 2 km.

 

Contoh 2 menghitung jarak sebenarnya :

Shinta mengukur jarak titik P dan Q adalah 2 cm pada sebuah peta dengan skala 1:5.000. Berapakah jarak sebenarnya ?

Diketahui :

skala peta = 1 : 5.000

jarak pada peta = 2 cm

Jarak sebenarnya = panjang pada peta x skala

                    = 2 x 5.000

                    = 10.000 cm = 100 m

 
Perhatikan, meskipun jarak pada peta adalah sama 2 cm, tetapi jarak sebenarnya di dunia nyata / di lapangan adalah berbeda karena skala peta nya berbeda.

Menghitung luas pada Peta

Untuk menghitung luas sebenarnya dari ukuran yang ada di peta, kita harus menggunakan jarak sebenarnya pada dunia nyata dan menggunakan rumus untuk luas bangun datar sesuai dengan bidang pada peta. Ada dua cara yang bisa digunakan:
  1. Hitung jarak sebenarnya, lalu hitung luasan nya dengan menggunakan rumus luas untuk bidang datar;atau..
  2. Hitung dulu luasnya pada peta dengan rumus luas bidang datar, lalu hitung dengan skala untuk jarak sebenarnya

Tentu akan muncul pertanyaan… rumus luas untuk bidang datar mana yang akan dipakai? Tentu saja rumus yang sesuai dengan bentuk bangun bidang datar pada peta. Kalau bidang nya berbentuk persegi maka anda gunakan rumus mencari luas persegi. Kalau bebentuk lingkaraan maka gunakan rumus luas lingkaran. Kalau berbentuk segitiga maka gunakan rumus luas segitga, kalau berbentuk trapesium maka gunakan rumus luas trapesium. Demikian seterusnya.

 

Contoh 1 menghitung luas persegi pada peta

Fitri memiliki lahan tanah berbentuk persegi panjang dengan panjang sisi 3 cm pada peta dengan skala 1:10.000. Berapakah m2 luas tanah milik fitri tersebut?

Diketahui :

Skala: 1:10.000

Panjang = 3 cm

Ditanya: luas = ….m2?

Cara 1:

Jarak sebenarnya = panjang pada peta x skala

                    = 3 x 10.000

                    = 30.000 cm = 300 m

Jadi panjang sisi lahan = jarak sebenarnya = 300 meter.

Luas tanah : luas persegi = panjang sisi lahan x panjang sisi lahan

                    = 300 x 300

                    = 90.000 m2

Cara 2:

Luas tanah : luas persegi = panjang pada peta x panjang pada peta

                    = 3 x 3

                    = 9 cm2

 

INGAT! : 1 cm = 10.000 cm = 100 m.

Luas 1 cm2 = 1 cm x 1cm

sehingga luas sebenarnya untuk 1 cm2 = (1x100m) x (1x100m) = 100 x 100 = 10.000 m2

 

Oleh karena itu, luas lahan sebenarnya (untuk 9 cm2) adalah :
Luas Lahan = 9 x 10.000 m2 = 90.000 m2.

 

Membuat Skala Angka Peta

Untuk membuat skala peta yang perlu dilakukan hanyalah membagi ukuran yang diinginkan dengan ukuran sebenarnya. Misalnya anda ingin 1 cm setara dengan 5.000 cm (=50 meter) di lapangan/dunia nyata. Jadi untuk kertas A4 dengan lebar gambar 20 cm anda bisa membuat gambar peta untuk jarak 20 x 50 meter = 1.000 m. Lalu bagaimana dengan ukuran terbatas tersebut gambar peta yang diinginkan bisa masuk semua? Sederhananya, cara yang paling mudah adalah membagi ukuran sebenarnya dengan ukuran kertas yang kita inginkan.

Rumus untuk membuat skala 1:ukuran dimana untuk nilai ukuran dapat dihitung dengan cara:

 

Ukuran = jarak sebenarnya / jarak pada peta

 

 

Contoh 1: membuat skala peta

Amir hendak menggambar peta pada dokumen kerja dengan ukuran 10 cm. Gambar peta tersebut dapat memuat jarak horizontal 4.000 meter. Berapakah skala gambar peta yang harus dibuat Amir?

Diketahui :

panjang sebenarnya = 4.000 meter = 4.000 x 100 cm = 400.000 cm.

Panjang pada peta = 10 cm

Ditanya: Skala = … ?

Jawab :

Ukuran skala yang dibutuhkan : ukuran = 400.000 cm / 10 cm = 40.000

Jadi untuk bisa menggambar peta tersebut minimal skala yang dibutuhkan adalah = 1 : 40.000

 

Contoh 2: membuat skala peta dengan pembulatan

Susi akan menggambar peta lahan berbentuk persegi dengan panjang jarak (sebenarnya) 276 meter pada lembar laporan dengan ukuran gambar peta 15 cm. Berapakah skala gambar peta yang harus dibuat Susi agar mudah dibaca oleh atasannya?

Diketahui :

panjang sebenarnya = 276 meter = 276 x 100 cm = 27.600 cm.

Panjang pada peta = 15 cm

Ditanya: Skala = … ?

Jawab :

Ukuran skala yang dibutuhkan : ukuran = 27.600 cm / 15 cm = 1.840

Jadi untuk bisa menggambar peta tersebut minimal skala yang dibutuhkan adalah = 1 : 1.840

Mengingat untuk kemudahan kita dalam membuat dan membaca peta maka skala tersebut perlu dibulatkan ke angka ribuan atau angka yang memudahkan untuk dibaca atau di ingat. Pembulatan skala menjadi 1 : 1.900 tentu akan lebih baik dan mudah untuk dibaca daripada skala 1 : 1.840. akan tetapi untuk kemudahan membaca yang lebih baik lagi, sebaiknya skala dibuat menjadi 1 : 2.000 (1 cm setara dengan 2000 cm = 20 meter). Oleh karena itu, skala yang dibuat sebaiknya 1: 2.000.

 

Skala Batang pada Peta.

Skala batang merupakan skala yang paling mudah untuk digunakan. Karena pada umumnya sehari-hari kita jarang membawa penggaris/mistar yang kita perlukan untuk mengukur jarak yang ada dalam peta. Dengan menggunakan skala batang, kita bisa memperkirakan langsung panjang / jarak yang ada dalam peta dengan menggunakan acuan garis skala yang ada di dalam peta. Sebagai contoh, anda dapat melihat skala yang digunakan dalam google map pada gambar contoh di bawah. Pada gambar tersebut terlihat bahwa panjang garis tersebut bila dalam ukuran sebenarnya adalah 10 km. Dengan garis skala tersebut, kita bisa menghitung atau memperkirakan bahwasanya jarak / panjang bentangan wilayah DKI Jakarta dari ujung timur (bekasi) ke ujung barat (tangerang) sekitar 30 km lebih.
 

Tips cara menghitung dan membuat skala peta

  • Skala dengan angka istimewa seperti 1.000, 2.000, 5.000, 10.000, 100.000 tentu akan lebih mudah dipahami daripada angka-angka yang "kurang spesial" seperti 1.235, 2.543, 5.123 dan seterusnya.
  • Untuk menghitung skala butuh ketelitian. Selalu pastikan kembali hitungan anda

Komentar

Posting Komentar

SPAM akan dihapus.

Tidak ketemu? Coba cari..

Postingan populer dari blog ini

Cara Menghitung Persentase(%) Untung/Rugi

Cara mendapatkan persen keuntungan/kerugian - Kegunaan utama persentase adalah untuk membandingkan dua hal yang tidak sama persis. Pada artikel terdahulu saya telah menulis dasar-dasar bagaimana cara menghitung persentase. Kini kita akan lebih bahas lebih dalam lagi khususnya untuk menentukan persentase keuntungan dan kerugian dalam proses jual-beli barang. Ilustrasi timbangan untung Rugi     Untung atau Rugi? Sebelum membahas lebih jauh, anda harus tahu dahulu istilah untung dan rugi. Penjualan dikatakan untung bila Harga Barang yang dijual lebih besar dari modal yang kita keluarkan untuk membeli barang tersebut. Sedangkan penjualan dikatakan mengalami kerugian jika harga jual lebih kecil dari harga perolehan/pembelian barang.   Untung adalah Harga Penjualan > Harga Pembelian Untung = Harga Penjualan – Harga Pembelian Persentase Keuntungan = Untung / Harga Pembelian x 100%   Rugi adalah Harga Penjualan < Harga Pembelian Rugi = Harga Pembelian – Harga Penjualan Per

Rumus Luas Permukaan Balok

Cara Mencari Luas Permukaan Balok . - Balok adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibentuk oleh tiga pasang persegi panjang dengan setidaknya salah satu pasang diantaranya berbeda. Bila ketiga pasang sisi bangun ruang tersebut berbentuk persegi (bujur sangkar) yang sama dan sebangun maka disebut sebagai kubus. Balok memiliki 6 sisi, 12 rusuk dan 8 titik sudut. Untuk lebih jelas, lihat ilustrasi balok pada gambar di bawah ini. Ilustrasi Balok Pada gambar di atas p adalah panjang (rusuk) balok, l adalah lebar balok, dan t adalah tinggi balok. Bila pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang rumus volume balok, maka pada artikel ini kita akan membahas secara detail atau rinci mengenai bagaimana cara menghitung luas permukaan/selimut balok termasuk mmenghitung luas alas balok berdasarkan luas selimut balok.   RUMUS LUAS BALOK Dengan menganggap p adalah panjang dari balok, l adalah lebar balok, dan t adalah tinggi balok seperti yang dapat dili

Cara Membagi Satu Kertas Menjadi Dua Halaman di Microsoft Word

Kadang kita ingin membuat sebuah kertas baik itu A4, Folio/F4 atau yang lainnya, bisa menjadi dua halaman. Hal tersebut kita lakukan agar hasil pencetakan (print) menjadi lebih kecil dan praktis untuk dibawa-bawa. Kita bisa mencetak 2 buah halaman A4 dalam satu lembar kertas A4 , tetapi pada kertas hasil cetak ukuran font yang dicetak tentu akan menjadi lebih kecil dari yang kita gunakan. Untuk menjaga agar ukuran font tetap dan hasil cetak tetap bisa dua halaman dalam satu kertas, maka anda bisa mengaturnya di Microsoft Word dengan menggunakan langkah berikut. Klik menu ribbon Page Layout , Kemudian klik tombol untuk memunculkan Dialog Page Setup Selanjutnya pada dialog Page Setup tersebut pilih tab Margin Kemudian pada bagian Orientation pilih Landscape Pada bagian Pages , isikan nilai Multiple pages dengan 2 pages per sheet Kemudian klik tombol OK . Tips Membagi Satu Kertas Menjadi Dua Halaman di Microsoft Word Anda bisa menggunakan cara membagi kertas t

Rumus Luas dan Keliling Trapesium

Cara Menghitung Luas Trapesium - Trapesium adalah bangun datar segi empat yang dibentuk dengan empat dua buah rusuk / sisi yang dua diantaranya saling sejajar tetapi tidak sama panjang. Trapesium hanya memiliki 1 simetri putar. Ada tiga jenis trapesium : trapesium sembarang, trapesium sama kaki dan trapesium siku-siku. Rumus Luas Trapesium adalah : Adapun untuk panjang keliling trapesium dihitung dengan menjumlahkan keempat rusuk/sisinya. Karena panjang sisi belum tentu sama maka cara terbaik adalah dengan menjumlahkan empat buah rusuk/sisi tersebut. Contoh Trapesium Sembarang ABCD Trapesium sembarang adalah trapesium dengan keempat rusuk/sisinya tidak sama panjang. Trapesium sembarang tidak memiliki simetri lipat. Luas Trapesium Sembarang ABCD = (BC + AD) x t / 2 Keliling Trapesium ABCD = AB + BC + CD + DA Contoh Trapesium Siku-siku PQRS Trapesium siku-siku adalah trapesium yang memiliki dua sudut siku-siku dan rusuk / sisi yang saling sejajar tegak lurus

Cara Menghitung Persentase Kenaikan

Rumus menghitung persentase kenaikan - Semua pengusaha bisnis pasti menginginkan usahanya semakin berkembang yang ditunjukkan dari waktu ke waktu dengan kenaikan, baik kenaikan omzet maupun keuntungan. Kenaikan tersebut selain dapat dilihat dari angka nominal yang biasanya di tunjukkan dalam rupiah atau unit, juga sering dihitung dengan menggunakan persen. Persentase kenaikan merupakan nilai persentase tambahan nilai terakhir dari nilai sebelumnya. Biasanya persentase kenaikan ini menjadi pembanding utama dalam usaha bisnis. Orang akan melihat berapa persen kenaikan omzet, berapa persen keuntungan, dan seterusnya. Untuk menghitung persentase kenaikan dapat menggunakan rumus sebagai berikut : Rumus : Persentase (%) = (akhir – awal) / awal x 100% dimana nilai akhir adalah nilai yang lebih besar dari nilai awal . jika nilai awal lebih rendah, maka yang harus anda hitung adalah persentase penurunan. Rumus menghitung Persentase Kenaikan